Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-10-2017
  • 671 Kali

Targetkan 50.000 Hektar Lahan Program Kemitraan Jagung Hibrida

Media Center, Selasa ( 24/10 ) Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Kabupaten Sumenep tahun ini targetkan 50.000 hektar Program Kemitraan Jagung Hibrida. Dengan luas tanam jagung di Kabupaten Sumenep mencapai 117.000 hektar, bahkan terluas se Indonesia.

Kepala DPTPHP Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, M.Si, kepada wartawan, Selasa (24/10) mengungkapkan, tahun ini instansinya akan pengembangkan program kemitraan jagung hibrida yang ditarget bisa mencapai 50.000 hektar dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Selain potensi lahan tanam jagung yang luas, saat ini pemerintah pusat melakukan tutup terang impor jagung, sehingga potensi ini harus dimanfaatkan petani,”ungkapnya.

Dikatakan, program tersebut untuk mendukung ketersediaan jagung hibrida di Indonesia, dan sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Dengan kemitraan jagung hibrida, para petani diajak beragribisnis menjadi pengusaha, karena selama ini, 80 persen petani masih menanam jagung lokal, sedangkan 20 persennya tanam jagung hibrida.

Dijelaskan, program kemitraan jagung hibrida melibatkan 4 stakeholder, yaitu produsen jagung hibrida, produsen pupuk, perbankan, serta melakukan kontrak kerja dengan ofteker atau pembeli. 4 stakeholder ini akan bertanggung jawab mulai dari persiapan lahan, pengelolaan lahan tanam hingga paska panennya.

“4 stakeholder akan bekerjasama mengawal program kemitraan ini, sehingga petani tidak akan mengalami kesulitan, mulai dari masa tanam hingga pasca panennya,”tandasnya.

Sementara untuk mendukung program kemitraan jagung hibrida tersebut menurut Bambang, nantinya akan dibangun pabrik produsen jagung, bahkan setiap 800 hektar lahan tanam jagung, akan ada satu tenaga pendamping untuk mengawal budidaya jagung hibrida di Sumenep. ( Ren, Esha )