Media Center, Selasa ( 24/10 ) Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP)
Kabupaten Sumenep tahun ini targetkan 50.000 hektar Program Kemitraan
Jagung Hibrida. Dengan luas tanam jagung di
Kabupaten Sumenep mencapai 117.000 hektar, bahkan terluas se Indonesia.
Kepala DPTPHP Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto,
M.Si, kepada wartawan, Selasa (24/10) mengungkapkan, tahun ini
instansinya akan pengembangkan program kemitraan jagung hibrida yang
ditarget bisa mencapai 50.000 hektar dalam mendukung program ketahanan
pangan.
“Selain potensi lahan tanam jagung yang luas, saat ini
pemerintah pusat melakukan tutup terang impor jagung, sehingga potensi
ini harus dimanfaatkan petani,”ungkapnya.
Dikatakan, program
tersebut untuk mendukung ketersediaan jagung hibrida di Indonesia, dan sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Dengan
kemitraan jagung hibrida, para petani diajak beragribisnis menjadi
pengusaha, karena selama ini, 80 persen petani masih menanam jagung
lokal, sedangkan 20 persennya tanam jagung hibrida.
Dijelaskan,
program kemitraan jagung hibrida melibatkan 4 stakeholder, yaitu
produsen jagung hibrida, produsen pupuk, perbankan, serta melakukan
kontrak kerja dengan ofteker atau pembeli. 4 stakeholder ini akan
bertanggung jawab mulai dari persiapan lahan, pengelolaan lahan tanam
hingga paska panennya.
“4 stakeholder akan bekerjasama mengawal
program kemitraan ini, sehingga petani tidak akan mengalami kesulitan,
mulai dari masa tanam hingga pasca panennya,”tandasnya.
Sementara
untuk mendukung program kemitraan jagung hibrida tersebut menurut
Bambang, nantinya akan dibangun pabrik produsen jagung, bahkan setiap
800 hektar lahan tanam jagung, akan ada satu tenaga pendamping untuk
mengawal budidaya jagung hibrida di Sumenep. ( Ren, Esha )