Sumenep-Kominfo News Room : Keterlibatan masyarakat dalam dunia pendidikan, baik terhadap lembaga pendidikan negeri maupun swasta belakangan ini sudah mulai apatis. Padahal, pemerintah telah berusaha melahirkan kebijakan dan program bantuan sarana dan prasarana untuk lembaga pendidikan dengan harapan, pendidikan akan lebih baik dari dunia pendidikan sebelumnya. Hal itu diungkapkan Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM pada acara pembukaan sosialisasi rehabilitasi gedung sekolah melalui dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan di Hotel Utami Sumekar Sumenep, Rabu pagi (26/07). Bupati menuturkan, semestinya dengan adanya program pemerintah dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan perbaikan sarana dan prasarana, masyarakat lebih ditantang untuk memberikan kontribusi nyata terhadap lembaga pendidikan itu sendiri. Oleh karennya, upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan itu akan sia-sia, apabila tidak ada dukungan sepenuhnya dari masyarakat. Disamping itu Bupati menyerukan, lembaga pendidikan yang memperoleh dana alokasi khusus untuk rehabiliatasi sekolah, pelaksanaannya benar-benar sesuai dengan ketentuan, sehingga pada akhirnya pelaksanaan program DAK ini tidak menimbulkan masalah, bahkan target pemerintah daerah pada tahun 2008 untuk menuntaskan pembangunan sekolah bisa dicapai. Sementara itu, dana untuk program DAK tahun 2006 yang mencapai Rp. 4,8 milyar lebih itu diperuntukkan rehabilitasi 22 Sekolah Dasar Negeri, sedangkan masing-masing Sekolah Dasar penerima akan mandapatkan kucuran dana sebesar Rp. 220 juta. ( Yasik, Esha )