News Room, Jumat ( 27/01 ) Adanya angin kencang dan gelombang besar pada Rabu malam (25/01) kemarin yang menghantam pinggir pantai di Pulau Giliyang, tepatnya di Desa Bancamara Kecamatan Dungkek, mengakibatkan ambrolnya tangkis laut yang dibangun tahun 2010 lalu oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep. Bahkan 3 rumah penduduk di dekatnya juga ambruk total akibat angin kencang. Kepala Desa Bancamara, Rasyidi, SH kepada News Room tadi siang, Jumat (27/01) menjelaskan, hampir setiap tahun utamanya pada musim penghujan seperti saat ini angin di Pulau Giliyang sangat kencang, sehingga rawan terjadi bencana yang menyebabkan rusaknya berbagai fasilitas ada. “Bahkan, tangkis laut tersebut sudah dua kali ambuk, yakni tangkis laut yang dibangun tahun 2008 dan kemudian dibangun kembali pada akhir tahun 2010 lalu, yang akhirnya kembali ambruk saat ini,”ujarnya. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap daerahnya sudah cukup bagus, hanya saja untuk melaksanakan pembangun kembali seperti tangkis laut tersebut harus dilakukan dengan perencanaan yang matang, utamanya terkait waktu pelaksanaan. Sebab, jika tidak dikhawatirkan akan terjadi seperti yang sudah-sudah. Bahkan, pihaknya berharap apabila dimungkinkan untuk pembangunan kembali tangkis laut tersebut hendaknya dilakukan dengan melibatkan warga setempat secara swakelola, seperti halnya yang telah banyak dilaksanakan masyarakat melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP). Sementara Kepala Dinas PU Pengairan, Ir. Edy Rasyiadi, M.Si mengaku, kejadian ambruknya tangkis laut tersebut, sifatnya bencana sehingga tidak terprogram tahun ini. Karena itu, dimungkinkan nanti dilaporkan dalam usulan tahun 2012 ini utuk mendapat bantuan penangulangan bencana melalui pusat. Sedangkan kegiatan yang bersifat swakelola biasanya dilaksanakan melalui program yang dilasknakan kelompok masyarakat (Pokmas). Jadi, tidak bisa dilakukan melalui APBD Kabupaten Sumenep maupun Propinsi dan pusat yang sifatnya proyek. “Kami masih akan melakukan pengkajian kembali terhadap keberadaan tangkis laut tersebut, sehingga kalau dimungkinkan bisa dianggarkan tahun depan, dengan rencana yang berbeda dari sebelumnya,”tambahnya. ( Ren, Esha )