News Room, Senin ( 26/11 ) Puluhan hektar lahan petani garam di Desa Pinggirpapas dan Karanganyar Kecamatan Kalianget, terendam air pasang. Pasalnya, terendamnya lahan garam milik petani itu, akibat tanggul tambak sebagai penahan air laut jebol, karena air pasang yang terlalu tinggi pada Minggu malam (25/11), sehingga menyebabkan petani garam mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Kepala Desa Pinggirpapas, H. Abdul Hayat mengungkapkan, akibat dari kejadian itu, para petani garam merasa kehilangan, bukan hanya hasil panen garam 2007 saja, tapi sisa panen garam 2006 lalu yang masih disimpan juga lenyap. Bahkan, para petani juga tertebani dengan peristiwa tersebut, karena para petani dituntut untuk memperbaiki tanggul yang jebol dengan menggunakan dana pribadi. H. Abdul Hayat menandaskan, dengan kejadian itu, maka pihaknya meminta kepada pemerintah Kabupaten Sumenep, agar ada suatu perhatian terhadap peristiwa tersebut, yakni dengan menggalakkan penanaman pohon mangrove ditepi pantai Pinggirpapas dan Desa Karanganyar. H. Abdul Hayat menjelaskan, jika kejadian itu dibiarkan begitu saja, akan berkibat fatal, bukan hanya terhadap lahan garam, tapi pemukiman penduduk juga akan ikut terendam, mengingat ketinggian air pasang sudah mencapai 1 meter lebih. Bahkan, H. Abdul Hayat menyatakan, jika kondisi semacam itu tidak kunjung ditangani, maka akan menjadi beban selamanya bagi para petani garam, yang ada di sepanjang pantai di Desa Pinggirpapas dan Karanganyar. Sementara itu Camat Kalianget, H. Ach. Nursalam, S.Sos, M.Si ketika dihubungi via telpon mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut. Karena, belum ada laporan dari warga setempat. ( Nita, Soek, Esha )