News Room, Jumat ( 10/07 ) Dalam mendistribusikan air bersih kepada warga di sejumlah Desa yang mengalami kekeringan di Kabupaten Sumenep, selama musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, disamping bekerjasama dengan PDAM Sumenep, juga melibatkan pihak ketiga, yakni HIPPAM ((Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) yang ada di sejumlah Desa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumenep, Drs. R. Syaiful Arifin, M.Si menjelaskan, pendistribusian air bersih ke daerah yang dilanda kekeringan memang tidak bisa hanya mengandalkan PDAM, karena PDAM juga melayani masyarakat umum, sehingga perlu solusi penambahan armada untuk menyalurkan air bersih ke daerah-daerah, khususnya yang mengalami kering kritis.
“Jadi, kami melibatkan HIPPAM yang ada di desa terdekat untuk bisa segera menangani daerah yang mengalami kekeringan,”ungkapnya.
Diakui hingga minggu keempat bulan Ramadhan ini pihaknya menyiapkan 304 tangki air melalui APBD 2015, dan diperkirakan hingga H-3 lebaran semua sudah habis tersalurkan ke sejumlah desa yang mengalami kekeringan.
Bahkan, untuk memenuhi kekurangannya, pihaknya juga mengusulkan proposal ke Propinsi untuk dilakukan penambahan pengiriman air bersih, sehingga semua wilayah bisa terlayani dalam memperoleh pasokan air bersih.
“Yang jelas, kami sudah melakukan permohonan dan tinggal dilakukan survei untuk daeah mana yang perlu mendapat tambahan batuan dari Propinsi,”tandsanya.
Dijelaskan daerah kekeringan di Sumenep bisa menimpa sejumlah Desa, yang tercatat di BPBD ada sekitar 15 Desa yang mengalami kekeringan kritis dan 18 Desa mengalami kekeringan biasa. ( Ren, Esha )