News Room, Sabtu ( 20/09 ) Lahan perkebunan dan pertanian di Sumenep rupanya banyak memiliki potensi untuk budidaya tanaman yang memiliki pangsa pasar menjanjikan, baik di dalam negeri maupun keluar negeri. Terbukti, beberapa waktu lalu Sumenep sempat kedatangan investor dari Jepang, yang ternyata melihat potensi lahan di beberapa areal perkebunan dan pertanian di Sumenep, yang cocok membudidaya serat nanas. Sebab, ternyata tanaman yang banyak ditemukan di daerah Lenteng dan Ganding itu, memiliki nilai jual yang cukup ekonomis, dan bisa menjadi komoditi ekspor ke luar negeri, untuk produksi teknologi. Menurut Kepala Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Haryanto, untuk tanaman serat nanas banyak ditemukan di Desa Ellak Daya Kecamatan Lenteng dan Kecamatan Ganding. “Dari sekitar 446,43 hektar lahan tanaman serat nanas, sekitar 124,28 hektar di Kecamatan Lenteng, dan 102,36 hektar di Kecamatan Ganding. Sedangkan sisanya sekitar 10-20 hektar, tersebar di 18 Kecamatan,â€Âujar Bambang. Dijelaskan Bambang, tanaman yang sempat terlupakan dan hampir tidak pernah mendapat sentuhan teknologi itu, kali ini ternyata Investor Jepang membawa hasil panen serat nanas dari Sumenep ke Balai Penelitian Tanaman Serat (BALITAS) di Jakarta, dan selanjutnya mereka akan membawa sample tersebut ke negaranya untuk diuji. Bambang berharap, apabila tanaman serat nanas dari Sumenep nantinya cocok masuk ke Jepang, maka budidaya tanaman ini akan lebih ditingkatkan. Sebab, ternyata tanaman ini juga cocok di daerah dataran rendah di Kecamatan Pasongsongan dan Guluk-guluk. Dan tanaman ini tidak jauh beda dengan tanaman tembakau. ( Ren, Esha )