Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-06-2013
  • 688 Kali

Tanah Terbelah Dan Ambles Ada Sungai Bawah Tanah

News Room, Selasa ( 18/06 ) Ambles dan terbelahnya tanah di Dusun Karongkong, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, dan Dusun Kecer Laok, Desa. Kecer, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, dinilai sebagai sebuah gejala alam yang berbeda dibanding daerah lain. Pakar geologi, konsultan BNPB Kajian Resiko Bencana, Petrus Mariono menjelaskan, jika mengacu pada data yang ada, biasanya longsor terjadi di daerah dengan kemiringan tinggi. Namun di Sumenep tanah ambles dan terbelah terjadi di tanah landai. “Kejadian itu sulit diprediksi. Berbeda dengan longsor. Kami harus cek, di bawah tanahnya ini ada apa, kok bisa menyebabkan amblesnya tanah yang cukup signifikan,”katanya. Berdasarkan hasil pemetaan geologi yang telah dilakukannya, di Desa Kecer dan Matanair, lanjut Petrus, ada aliran sungai bawah tanah yang nyambung. “Ada rongga yang rawan menyebabkan gerakan tanah terbelah. Semakin hari gerakan tanah ini makin parah. Awalnya kedalaman hanya 20 centi meter, sekarang kedalaman tanah yang ambles mencapai 6 meter,”terangnya. Ia memaparkan, melihat kedalaman amblesnya tanah yang semakin parah, pihaknya mengkhawatirkan tebing ambles itu akan ambruk. Kondisi tersebut akan diperparah apabila turun hujan. “Tanah yang terbelah dan ambles itu membentuk dinding. Kedalamannya sekarang sekitar 5 hingga 6 meter. Ini cukup mengkhawatirkan. Tinggal menunggu waktu, sewaktu-waktu bisa ambruk. Semakin ada hujan, maka tanah akan semakin cepat bergerak,”ujarnya. Saat ini pihaknya tengah mendeteksi, kemungkinan pergerakan tanah tersebut sampai kapan, sambil membuat peta kerawanan di Kabupaten Sumenep. “Kami tengah menggali lebih lanjut, potensi serupa itu terjadi dimana saja. Kalau di Dusun Karongkong itu, lokasi pergerakan tanahnya melingkar membentuk tapal kuda. Kalau yang di Kecer Dasuk, membentuk garis lurus,”paparnya. Sebelumnya, fenomena alam mengejutkan terjadi hampir bersamaan di dua lokasi di Sumenep, yakni di Dusun Kecer Laok, Desa Kecer, Kecamatan Dasuk, dan Dusun Karongkong, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru. Tanah di 2 lokasi ini tiba-tiba terbelah dan ambles. Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun lahan-lahan pertanian milik warga yang tengah ditanami cabe, kacang tanah, dan ketela pohon, rusak dan ambles. Sedangkan beberapa rumah di Desa Matanair terancam ambruk. Dindingnya retak-retak terkena imbas getaran tanah sebelum terbelah dan ambles. ( Nita, Esha )