Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-09-2015
  • 523 Kali

Tak Punya Daya Saing, Bahasa Madura Semakin Terdesak

News Room, Jumat ( 11/09 )  Tak hanya beberapa faktor penghambat perkembangan bahasa Madura, tidak adanya daya saing, membuat bahasa ini makin terdesak. Hal ini bisa dimaklumi, kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan memang tidak akan pernah mampu disaingi Bahasa Daerah, seperti misalnya Bahasa Madura sendiri.

"Sebenarnya tak hanya pengaruh Bahasa Indonesia saja, tapi juga bahasa asing juga membawa pengaruh yang tidak sedikit yang membuat Bahasa Madura terdesak dan semakin terpinggirkan di kalangan para penuturnya sendiri,"kata pemerhati bahasa Madura dari Sumenep, RB. Moh. Muhlis, pada News Room.

Menurut Muhlis, mengutip Dr. Supomo Pujosudarmo, yang dikhawatirkan di kalangan penutur Dwi Bahasa, ialah timbulnya gejala diglosia. Yakni, sebuah gejala dimana pemakai dwi bahasa tersebut cenderung mengambil salah satu bahasa yang lebih (high) tinggi dari bahasa satunya yang lain.

"Sehingga menurut Supomo, bahasa dengan prestise yang lebih tinggilah yang akan menang dalam percaturan kedua bahasa tersebut. Dan ini saya kira kekhawatiran itu sudah mulai terjadi, dan menimpa Bahasa Madura kita,"kata guru PNS ini.

Disamping itu, kurangnya sarana dan prasarana juga memperparah kondisi bahasa Madura kini. Semestinya menurut Muhlis Bahasa Madura memiliki media massa khusus yang bisa memberikan kesempatan bagi berkembangnya Bahasa dan Sastra Madura.

"Keadaan ini (tidak adanya media massa khusus; red) yang menyebabkan pembinaan dan pengembangan Bahasa Madura tambah tidak memiliki bentuk dan wahana,"tutupnya. ( Farhan, Esha )