News Room, Jum’at ( 15/07 ) Salah seorang penjaga Asta Tinggi, Abd. Aziz (66) tiba-tiba diganti kepada seseorang diluar kelompoknya. Berdasarkan surat pernyataan pengunduran diri Abd. Azis tertanggal 16 Desember 2010, yang ternyata dibantah, dirinya tidak pernah membuat surat pengunduran diri, apalagi menandatangi diatas materai Rp. 6.000,00. Lelaki berkacamata ini merasa tidak pernah mengundurkan diri sebagai penjaga Asta Tinggi yang sudah ditekuninya selama puluhan tahun. Sebab, ketika dirinya sakit dan tidak bisa melaksanakan tugas sebagai penjaga asta, tetap diwakilkan kepada anaknya. Namun, ternyata pihak pengurus menunjuk orang lain untuk menggantikan posisi kerjanya. “Saya tidak tahu menahu soal surat pernyataan pengunduran diri, kalaupun berniat mengundurkan diri, jelas saya ajukan anak saya untuk menggantikannya,”ujar Abd. Aziz ketika ditemui wartawan tadi pagi, Jum’at (15/07) di Asta Tinggi. Menurutnya, selama ini ketika ada yang mengundurkan diri, tetap dengan cara musyawarah di internal kelompok, dari 8 kelompok yang ada di Asta tinggi. Namun, yang dialaminya justru tidak pernah ada musyawarah maupun proses sebagaimana mestinya. Sementara, Ketua Penjaga Asta Tinggi, Sadik Bakri tidak berhasil diwawancarai wartawan, karena usai rapat internal di Asta Tinggi tadi pagi langsung buru-buru pulang. Sedangkan Ketua Paguyuban Penjaga Asta Tinggi, Moh. Jufri yang juga Ketua Kelompok Loloran Langgar mengaku tidak banyak tahu sosal proses pergantian Abd. Aziz. “Sepengetahuan saya selama ini, jika ada pergantian penjaga Asta Tinggi ,melalui proses internal. Karena itu, kami tidak banyak tahu proses dari awal pengunduran diri hingga proses pergantian Abd. Azis,”ujarnya. Ditegaskan, persoalan pergantian Abd. Azis tersebut akan diproses lebih lanjut secara internal. Sebab, pihaknya menilai hanya terjadi miskomonikasi saja diantara pengurus. Dan kedepan Jufri berharap ada penyempurnaan aturan yang baku, seperti ADRT dan sebagainya, karena selama ini masih tergantung pakem pengurus sendiri. ( Ren, Esha )