Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-10-2008
  • 510 Kali

Tak Dapat BLT, Puluhan Warga Raas Lapor Polres Sumenep

News Room, Jum’at ( 10/10 ) Sedikitnya 18 warga Desa Tonduk, Kecamatan Raas mendatangi Polres Sumenep, melaporkan adanya penyimpangan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Warga kepulauan Raas itu menilai, pemberian BLT di daerahnya tidak tepat sasaran, bahkan ada pemotongan. Ironisnya lagi, dari 200 penerima BLT, selama tujuh bulan ini tidak mendapatkan kucuran dana BLT. Juru bicara perwakilan warga Desa Tonduk, Hj. Maimunah mengaku terpaksa melaporkan kepada aparat kepolisian, karena pihaknya tidak terima atas tindakan yang dilakukan aparat Desanya. Sebab, sesuai data yang dicek langsung kepada Kantor Pos, ternyata warga yang belum menerima BLT itu tercatat sebagai penerima BLT. “Ini kan sebuah penyimpangan. Kenapa aparat Desa bersikap kayak gitu, seharusnya memperjuangkan warganya yang tidak mampu. Kemudian yang menjadi pertanyaan besar, dikemanakan kartu dan dana BLT itu?,”terang Maimunah, kepada wartawan di Kantor Polres Sumenep, Jalan Urip Sumoharjo, Jum’at (10/10). Ia menduga, peralihan kartu BLT tersebut merupakan permainan perangkat Desa setempat. “Makanya, kami tidak bisa membiarkan begitu saja. Satu-satunya jalan, ya ditempuh melalui jalur hukum, dan kami punya bukti-bukti kuat,”tegasnya. Sementara itu, Camat Raas, Fatah Zamani, S.Sos membantah adanya penyimpangan maupun pemotongan BLT. Menurutnya, dana BLT sudah tersalurkan tepat sasaran. Kemudian, menanggapi laporan warga Desa Tonduk ke Polres Sumenep itu dianggap permainan politik mantan Kades setempat yang tidak terpilih. “Datanya sudah benar kok. Masak sih dalam satu atap harus mendapatkan BLT semua, jika itu dituruti, maka warga miskin lainnya tidak tercover,”kata Fatah, ketika dihubungi News Room, melalui jaringan telepon selulernya, Jum’at (10/10). Fatah mempersilahkan bagi siapapun, untuk mengecek secara langsung kepada masing-masing penerima BLT di Desa Tonduk Kepulauan Raas, mengenai pemberian BLT tersebut, apakah betul-betul ada penyimpangan maupun pemotongan. ( Nita, Esha )