News Room, Rabu ( 03/09) Gara-gara tidak mampu membayar utang arisan, Sama'iyah (52) warga Dusun Cemara, Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep, mendapat bogem mentah dari Kepala Desa (Kades) setempat, yang baru terpilih beberapa waktu lalu. Korban dipukul pada bagian pelipis mata sebelah kiri hingga memar dan mengeluarkan darah dimulutnya. Sama'iyah mengaku tidak tahu secara jelas, kenapa Kepala Desa terpilih, Hosni Hafik menganiayanya. “Kades itu tiba-tiba datang ke rumah saya dan langsung mukul tanpa ada penjelasan kesalahannya,â€Âkata Sama'iyah usai melapor di Polsek Kota, Jalan Trunojoyo, Sumenep, Rabu (03/09). Diduga aksi pemukulan yang dilakukan orang nomor satu di Desa Marengan Daya itu, karena utang arisan yang belum dibayar oleh korban sebesar Rp. 140.000,00. Rinciannya, Rp. 90.000,00 utang pada ibu Kades terpilih dan sisanya utang pada kakak Kades. Ia menjelaskan, sebelum peristiwa memilukan itu terjadi, dirinya sudah meminta maaf dan mohon penundaan pembayaran utang itu sampai dana bantuan langsung tunai (BLT) cair, tapi Kades sepertinya tidak terima. “Secapat kilat Kades itu langsung memukul pelipis kiri saya,â€Âujarnya. Karena tidak terima atas sikap yang dilakukan Kades itu, korban melaporkannya pada Polsek Kota, untuk diproses secara hukum. Sementara, Kapolsek Kota, AKP M. Heri EP mengaku telah menerima laporan penganiayaan itu, dan bakal memproses laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan Kades terpilih tersebut. "Korban sudah dimintai keterangan, sekarang tinggal memanggil saksi-saksi dan terlapor,â€Âterangnya. Ia menjelaskan, laporan penganiayaan itu akan tetap diproses sesuai dengan hukum yang ada. “Penyidik sudah mengantongi hasil visum korban dari RSD dr. H. Moh. Anwar Sumenep,â€Âtegas Heri pada wartawan di kantornya, Jalan Trunojoyo, Sumenep, Rabu (03/09). ( Nita, Esha )