Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-05-2011
  • 367 Kali

Tak Ada Koordinasi, Perahu Penyeberangan Tak Beroperasi

News Room, Senin ( 30/05 ) Perahu penyeberangan dan kapal tongkang Kalianget ke Talango, Senin (30/05) pagi, tak beroperasi. Akibatnya, ratusan penumpang di penyeberangan tersebut, keleleran. Ratusan penumpang, baik dari pelabuhan Kalianget ke Talango atau sebaliknya dari Talango ke Kalianget, hanya bisa berdiri di pinggir dermaga, karena tidak ada satupun perahu yang berangkat, baik kapal tongkang ataupun perahu rakyat. Aksi mogok seluruh perahu penyeberangan dan Kapal tongkang dari Pelabuhan Kalianget ke Talango, dipicu kejengkelan Kelompok Perahu Penyeberangan (KPP) setempat, terhadap pemilik tongkang baru KM ‘Safaraz Jaya’ yang tidak berkoordinasi lebih dulu pada KPP, dan langsung meresmikan kapal tongkang tersebut, yang dihadiri Wakil Bupati Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si. “Kenapa KPP tidak pernah diajak bicara soal adanya armada baru dipenyeberangan Kalianget ke Talango. Kami ini seperti dilangkahi. Kami ini kan organisasi resmi yang berbadan hukum,”kata Ketua KPP Kalianget-Talango, Buhaini, Senin (30/05). Buhaini mengakui, jika pihaknya memang tidak punya kewenangan untuk melarang adanya kapal baru, namun seharusnya pemilik kapal tongkang baru itu berkoordinasi lebih dulu pada KPP. “Yang punya kewenangan mengeluarkan ijin memang Dinas Perhubungan. Tapi kan sebaiknya menghargai 150 anggota KPP yang semuanya pemilik perahu tambangan,”ujarnya. Hal senada juga dilontarkan anggota KPP, Karsono. “Mestinya kalau ada kapal penyeberangan baru di Kalianget ke Talango ini harus melalui prosedur dan tata tertib yang ada. Jangan mentang-mentang kenal dengan orang atas, terus seenaknya sendiri,”terangnya. Karsono yang juga pemilik kapal tongkang di penyeberangan Kalianget-Talango mengaku sangat menyesalkan terhadap sikap pemilik kapal tongkang KM. ‘Safaraz Jaya’ yang tidak memperhatikan mekanisme KPP. “Kalau kapal tongkang baru itu tetap beroperasi di penyeberangan Kalianget-Talango, kami akan nekad melakukan aksi anarkis,”ungkapnya. Untuk itu, pihaknya berharap pada Bupati Sumenep bisa bersikap bijak menyikapi persoalan tersebut. “Saya minta Pak Bupati meninjau kembali permohonan kapal tongkang baru itu. Jangan sampai ada yang dirugikan,”tegasnya. ( Nita, Esha )