News Room, Jum’at ( 31/12 ) Angka kecelakaan lalu lintas di Sumenep, selama tahun 2010 mencapai 111 kejadian, dengan 93 orang meninggal dunia. Jumlah itu naik 29 persen, dibandingkan angka kecelakaan pada tahun 2009 lalu, sebanyak 86 kejadian, dengan 74 orang meninggal dunia. Berdasarkan data di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep, kerugian materiil dari 111 kejadian laka lantas itu senilai Rp. 135.160.000,00. Sedangkan, tahun 2009 lalu senilai Rp.196.700.000,00. Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Sujatmiko menjelaskan, penyebab utama meningkatnya kejadian laka lantas tersebut, sebagian besar karena human error atau faktor manusia. “Rata-rata yang mengalami kejadian laka lantas mayoritas warga yang kurang peduli untuk berlalu lintas dengan baik. Semisal, tidak memakai helm dan tidak adanya lampu penerang dibagian belakang sepeda motor,”kata Sujatmiko, pada wartawan di kantornya, Jum’at (31/12). Selain itu, kata Sujatmiko, pertumbuhan kendaraan bermotor di Sumenep, setiap tahunnya tercatat bertambah sampai 1.000 unit lebih. “Nah, hal itulah yang juga menjadi faktor meningkatnya laka lantas. Setiap tahun ranmor di Sumenep bertambah, sementara kapasitas jalan tetap tidak ada penambahan,”ungkapnya. Sujatmiko juga mengungkapkan, meski jumlah laka lantas untuk tahun 2010 mengalami kenaikan, namun jumlah pelanggaran justru menurun hingga 25 persen. “Pelanggaran tahun 2010 berjumlah 5.973, sedangkan tahun 2009 sebanyak 7.930. Alhamdulillah, masyarakat Sumenep sudah mulai peduli untuk berlalu lintas dengan baik,”terangnya menambahkan. Untuk itu, kedepan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin, guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. ( Nita, Esha )