Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-10-2006
  • 528 Kali

TAHUN 2007, BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) DIHAPUS

Sumenep-Kominfo News Room : Untuk tahun 2007, Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan kepada keluarga miskin akan dihentikan. Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Sosial (Mensos) RI, Bachtiar Chamsyah, SE usai meresmikan Direktorat Pusat Layanan Sosial Masyarakat (Plasma) Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) di Jl. Kertajaya Surabaya, Selasa (03/10). Bantuan yang diberikan berupa uang tunai senilai Rp 300.000 untuk tiga bulan ini memang dirancang sebagai program kontemporer. “Kalau bantuan tersebut terus menerus maka tidak akan mendidik masyarakat. Masyarakat akan terbiasa untuk menunggu bantuan dari pemerintah dengan berpangku tangan,” katanya. Dia menjelaskan, diberikannya BLT tersebut setelah pemerintah menaikkan harga BBM. Dan yang banyak merasakan imbas dari semua itu adalah orang miskin. Untuk itu diberikan BLT, dengan harapan orang miskin tidak malah menjadi fakir miskin. “Apalagi pemerintah mempunyai program untuk mengentaskan kemiskinan,” ucapnya. BLT tahap keempat telah dicairkan pada awal Oktober ini merupakan BLTterakhir. Pada tahun 2007 nanti, rencananya pemerintah akan mengganti dengan program memberdayakan dan meningkatkan kualitas orang miskin. “Kami ingin orang miskin bisa memberdayakan hidupnya. Dan mereka tidak terus menerus bergantung pada pemerintah,” ujarnya. Untuk program tersebut rencananya akan disediakan dana senilai Rp 4 triliun. “Tapi untuk teknis dari program tersebut masih dibicarakan dengan badan perencanaan pembangunan nasional,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jatim, Binsar Tua Siregar mengatakan, program tersebut masih dibahas di tingkat pusat, “Kami masih belum mengetahui tentang pelaksanaan program tersebut,” katanya. Ditambahkannya, sepertinya program tersebut hampir sama dengan BLT, tapi yang mendapatkan bantuan lebih diperketat. “Kalau BLT, mereka yang dapat memperlihatkan kartu gakin sudah bisa memperoleh bantuan tersebut,” katanya. Dengan program baru nanti, diharapkan masyarakat miskin bisa memberdayakan hidupnya dengan mendapat binaan dari pemerintah. ( JNR,Ong )