Sumenep-Kominfo News Room : Gara-gara ingin menggulung kabel antenna yang terhubung dengan televisi, untuk menghindari dari kucuran air hujan, ternyata malah menjadi hari terakhir bagi Syaiful Bahri (35), warga Desa Banmaleng Kecamatan Giligenting. Ia tewas tersambar petir, pada saat bersamaan akan menggulung kabel antena tersebut. Kapolsek Giligenting, IPTU Krishandono, ketika dihubungi via telepon mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari warga setempat, peristiwa naas itu terjadi pada Selasa kemarin (05/12) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, saat korban sedang tidur-tiduran di teras depan rumahnya, di Dusun Kamudu Desa Banmaleng Giligenting. Karena cuaca gerimis disertai petir, kemudian korban hendak menggulung kabel antenna yang menghubungkan televisi ke antenna atas. Namun, sebelum korban selesai menggulung kabel antenna tersebut, tiba-tiba petir menyambar tubuh korban, sehingga korban tidak sadarkan diri. Krishandono menjelaskan, melihat hal itu, istri korban langsung berteriak meminta tolong, dan tidak lama kemudian warga sekitar berdatangan, selanjutnya korban langsung dibawa ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Giliraja, dalam kondisi korban sudah tewas. Krishandono menambahkan, hasil visum yang dilakukan Pustu Giliraja itu, korban dinyatakan murni tewas akibat disambar petir, dengan luka gosong di tubuh bagian dada. ( Nita, Soek, Esha )