News Room, Selasa ( 04/03 ) Pemerintah Propinsi Jatim menargetkan surplus beras tahun 2008 naik 12,39 prosen dari tahun 2007. Jika tahun 2007 surplus beras 2.752,581 ton, maka tahun 2008 ditargetkan naik menjadi 3.093,632 ton atau naik 341.051 ton. Kasubdin Produksi Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Jatim, Ir. Bambang Oetomo, Senin (03/03) di kantornya mengatakan, target penambahan surplus itu didapat dengan meningkatkan produktivitas padi per- hektarnya. Jika tahun 2007 rata-rata produktivitas padi 54,08 kuintal/hektar, maka tahun 2008 ditingkatkan menjadi 59,17 kuintal/hektar. Peningkatan produktivitas di antaranya memperbanyak penggunaan benih jenis hibrida, baik yang berasal dari bantuan pemerintah maupun hasil swadaya petani, menambah bantuan benih non hibrida, meningkatkan rendemen gabah, perbaikan pemupukan yang berimbang dan penggunaan pupuk organik. Jumlah bantuan benih hibrida dari pemerintah tahun ini yang akan didistribusikan ke petani untuk lahan seluas 90.500 hektar meningkat dibanding 2007 yang hanya 61.100 hektar, sehingga terdapat penambahan 33.900 hektar. Untuk bantuan benih padi non hibrida, tahun ini pemerintah memberikan bantuan untuk lahan seluas 180.000 hektar meningkat dibanding 2007 seluas 72.806 hektar atau terdapat penambahan 107.194 hektar. Benih bantuan berasal dari rencana cadangan benih nasional (CBN) dan benih dari alokasi APBD Jatim 2008. Sebagian benih itu juga untuk sekolah lapang (SL) pada tiap-tiap kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten/Kota. Untuk jenis benih hasil swadaya masyarakat, pada musim tanam (MT) I Pebruari hingga Mei, pemerintah memprediksi akan terjadi upaya pengembangan pada lahan 10.000 hektar untuk jenis benih hibrida dan 397.283 hektar untuk jenis padi non hibrida. Sedangkan pada MT II Juni hingga September, prediksi pemerintah akan terjadi pengembangan pada lahan 15.000 hektar untuk jenis benih hibrida dan 205.070 hektar untuk jenis padi non hibrida. Tahun 2008, Pemprop Jatim menargetkan penanaman padi pada lahan 1.765,063 hektar dengan prediksi luas panen 1.694,560 hektar. Lahan-lahan itu merupakan areal pertanian irigasi teknis, karena cukup mudah untuk mendapatkan pengairan sebagai penopang utama produksi padi. Dari lahan itu, pemerintah menargetkan produksi beras 10.026,123 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 6.516,980 ton beras. Jika konsumsi masyarakat Jatim tahun 2008 diasumsikan 3.423,348 ton beras, maka tahun ini surplus beras di Jatim mencapai 3.093,632 ton. Menurutnya, pencapaian itu bisa diperbesar lagi apabila ada tambahan bantuan benih padi hibrida dari pemerintah pusat seluas 100.000 hektar. Jika penambahan bantuan itu terealisasi, akan terdapat tambahan produksi 249.000 ton beras yang akan menyebabkan penambahan surplus menjadi 3.341,632 ton beras atau tambahan surplus 1.094,441 ton beras terhadap surplus tahun 2006 sebesar 2.247,000 ton beras. Hasil evaluasi realisasi produksi padi tahun 2007 menunjukkan, dari luas panen 1.756.000 hektar, produktivitas 54,08 kuintal/ha dengan jumlah produksi 9.501.000 ton GKG atau setara 6.175.000 ton beras dan surplus 2.752.000 ton beras. Tahun 2007 terjadi kenaikan areal panen 600 hektar, produktivitas 0,70 kuintal/ hektar, produktivitas 154.485 ton GKG dan tambahan surplus beras 505.390 ton beras. Ini jika dibandingkan dengan hasil tahun 2006 dengan luas panen 1.750,000 hektar, produktivitas 53,38 kuintal/ hektar, produksi 9.340,000 ton GKG atau setara beras 5.902.000 ton beras atau terdapat surplus 2.247.000 ton beras. Kenaikan produksi itu didapat dari adanya kenaikan rendemen gabah akibat perbaikan pemupukan berimbang dan penggunaan pupuk organik. Sedangkan kenaikan surplus didapat dari berkurangnya jumlah konsumsi perkapita akibat gerakan diversifikasi pangan. ( JNR, Esha )