Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-02-2012
  • 804 Kali

Supporter P-MU Kecewa Pengalihan Pertandingan Ke Bangkalan

News Room, Rabu ( 22/02 ) Ratusan supporter penggila sepak bola Persepam Madura United (P-MU) di Sumenep, terpaksa menelan kekecewaan, karena pertandingan P-MU melawan PSBK Kota Blitar, Rabu (22/02) sore ini, dialihkan ke Kabupaten Bangkalan. Kekecewaan para supporter itu diungkapkan Rabu (22/02) pagi, ketika hendak berangkat ke Bangkalan, sambil mengendarai 14 roda empat, tepatnya di depan Kantor DPRD Sumenep. Koordinator Supporter P-MU di Sumenep, Achmad Zaini mengungkapkan, pihaknya terkejut dengan keputusan Panitia Pelaksana yang menggagalkan pertandingan ini. “Kami sebagai supporter P-MU sangat kecewa pada Pengurus Cabang PSSI Sumenep. Ini kan perhelatan ragional, kenapa tidak bisa dilaksanakan di Bumi Sumekar ?,”kata Zaini, di Sumenep, Rabu (22/02). Ungkapan serupa juga dilontarkan Manajer Tim P-MU sekaligus Direktur Utama PT. Pojur Madura United, Achsanul Qosasi. “Pengalihan pertandingan sepak bola antara P-MU dengan PSBK Blitar bukan kehendak kami, melainkan keputusan Panitia Pelaksana bagian Pengurus Cabang PSSI Sumenep. Jangankan supporter, kami pun juga terkejut terhadap keputusan PSSI Sumenep. Karena, pencabutan ijin itu disampaikan secara mendadak, Senin (20/,2) kemarin,”ujarnya. Menurut Achsanul, pihaknya sangat dirugikan dengan keputusan itu, dan berakibat bagi mental para pemain P-MU. Sementara Ketua Panitia Pelaksana dari Pengcab PSSI Sumenep, Drs. Fajar Rahman, M.Si mengungkapkan, bahwa pencabutan ijin pertandingan sepak bola P-MU dengan PSBK Blitar, dikarenakan banyaknya persoalan diinternal panitia. “Kami sudah dikecewakan dengan panitia lainnya, ketika pertandingan sebelumnya, terkait penjualan tiket. Kami panitia sudah sediakan 6.000 tiket, kemudian ditambah 750 tiket, tapi faktanya penonton yang hadir dilapangan GOR A. Yani melebihi kapasitas dan ditemukan adanya tiket diluar porporasi hingga mencapai 2.000 lebih,”ungkapnya. Oleh karena itu, kata Fajar, pihak Pengcab PSSI Sumenep merasa ada permainan, sehingga menyatakan mundur dan mencabut ijin pertandingan tersebut. ( Nita, Esha )