Media Center, Jumat ( 30/11 ) Kegiatan Workshop Penguatan INOVASI Pembelajaran terhadap ratusan guru Sekolah Dasar (SD) di 8 Kecamatan di Kabupaten Sumenep, yang dilaksanakan selama 3 hari di 6 titik yakni di Aula Hotel Safari, Hotel Kangen, Dubai, Aula Kemenag, KPRI dan Gugus Pandian oleh Tim Inovasi bersama Dinas Pendidikan Kabupaten setempat berjalan sukses dan semua materi dapat diterapkan dengan baik oleh para peserta.
Tampak dari hasil program INOVASI yang selama ini diterapkan kepada para pelaku pendidikan di berbagai daerah utamanya di Kabupaten Sumenep rupanya sangat membawa perubahan terhadap peserta didik. Dan berpengaruh terhadap guru dan pengelola pendidikan untuk lebih aktif.
Menurut salah seorang peserta, Ahmad Syafiudin, dari SDN Bataal Barat Kecamatan Ganding, mengakui jika program INOVASI itu sangat baik untuk meningkatkan perkembangan pendidikan di Kabupaten Sumenep. Karena, guru bisa langsung melaksanakan atau ikut mempraktekkan.
“Ini akan menjadi tugas pokok bagi guru untuk mencari ide kreatif agar murid terangsang pada metode yang diterapkan dan cepat menangkap materi pendidikan melalui kreasi guru.” ungkapnya, Jumat (30/11/2018).
Diakui, jika program INOVASI ini tentu akan meminimalisir guru-guru yang pasif atau guru yang hanya membuat peserta didik jenuh saat menerima mata pelajaran di kelas. Karena Guru menjadi faktor utama meningkatnya minat anak untuk terus berkarya sesuai tingkatannya, sehingga untuk menerapkan pola kreatif tersebut sangat dibutuhkan rasa sabar dan tanggung jawab yang penuh dari sosok seorang guru.
Lebih lanjut Syafiudin mengakui jika kegiatan tersebut semacam penguatan. Karena di bawah mungkin sudah dilaksanakan oleh sekolah-sekolah, hanya saja mayoritas belum terkonsep dengan baik.
Sementara itu, Fasilitator Daerah, Wiwin Dewi Yulian mengungkapkan, jika program INOVASI khususnya yang dilaksanakan di Sumenep akan sesuai dengan target meskipun waktunya sangat minim. Sebab, para peserta sangat antusias sehingga bisa dilakukan dengan kerja sama yang baik.
“Meskipun Tim Fasda hanya 3 orang, kami berusaha bekerja sama sehingga mampu menjadikan peserta merasa puas. Sebab, ini merupakan pembelajaran dan inovasi baru yang hambatannya hanya satu, yakni kurangnya waktu." ungkapnya.
Wiwin juga mengapresiasi kerja sama dan support yang diberikan Dinas Pendidikan Kabupaten setempat, sehingga program INOVASI yang sudah mulai dilakukan bisa dikembangkan di masing-masing lembaga sekolah. ( Ren, Fer )