News Room, Senin ( 24/11 ) Agenda Hari Guru Nasional (HGN) yang juga bersamaan dengan 68 tahun lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jawa Timur juga digelar bersamaan dengan Hari Keaksaraan Internasional yang ditempatkan di GOR. Jayabaya Kediri, pada Minggu (23/11) kemarin. Sekitar 1.250 personel guru dari Kabupaten Sumenep juga hadir dalam 3 agenda yang digelar serentak dan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur. Drs. H. Saifullah Yusuf. Rombongan dari Kabupaten Sumenep tidak hanya dari guru, namun juga dari UPT Pendidikan, Para Pengawas, serta beberapa staf Dinas Pendidikan Sumenep yang turut memeriahkan puncak kegiatan HGN 2014 di Propinsi Jawa Timur tersebut. Sekretaris PGRI Kabupaten Sumenep, H. Assyari, M.Pd kepada News Room, Senin (24/11) mengaku dalam momentum HGN tahun ini, para guru ingin membangun citra guru sehingga diharapkan ada sinergitas antara guru dan para pelaksana dan penyelenggara pendidikan yang ujungnya agar pendidikan di Indonesia lebih bermutu dan lebih baik. “Para guru juga memiliki target selain terus memperjuangkan profesionalitas guru juga memiliki target khusus dalam memperjuangkan kesejahteraan dengan terus menerus.”ungkapnya. Meskipun diakui, saat ini kesejahteraan sebagian guru yang telah bersertifikasi baik PNS maupun non PNS sudah merasakan penambahan kesejehteraannya. Karena itu juga harus ada kewajiban agar sebanding lurus antara kesejahteraan yang diterima dengan profesionalismenya. Dan PGRI Sumenep memiliki tanggung jawab untuk memberikan masukan kepada pengambil kebijakan agar tugas guru yang semakin berat tetap menjadi perhatian. Utamanya bagi para guru yang statusnya belum jelas, seperti para Guru Tidak Tetap (GTT), Honorer Ketegori 2, bahkan bagi guru K 2 yang telah lulus CPNS, namun hingga saat ini masih menunggu SK definitive. “Bahkan, tantangan terbesar yang saat ini dihadapi para guru dengan penerapan kurikulum (K-13) yang dalam implementasinya banyak mengalami kendala di lapangan.”tambahnya. ( Ren, Fer )