Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-02-2020
  • 1961 Kali

Sumenep Berhasil Tekan Angka Kematian Ibu Dan Bayi

Media Center, Sabtu ( 01/02 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan berhasil meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi, buktinya sebagai salah satu wujud keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan itu, menurunnya angka kematian ibu dan bayi.

Berdasarkan Laporan Kematian Ibu (LKI) Kabupaten Sumenep tahun 2017, angka kematian ibu sebesar 54 per 100.000 kelahiran hidup, dan angka itu lebih rendah dari target nasional sebesar 70 per 100.000 kelahiran hidup standar.

Sedangkan pada tahun 2018 angka kematian ibu di Kabupaten Sumenep sebesar 78 per 100.000 kelahiran hidup, yang lebih rendah dari target nasional sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup tahun 2018.

“Berdasarkan data tahun 2018 membuktikan bahwa kondisi itu menunjukkan Kabupaten Sumenep berhasil dalam menekan angka kematian ibu,” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada Musyawarah Cabang (Muscab) Ke-VII Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Sumenep Tahun 2020, di Gedung KORPRI, Sabtu (01/02/2020).

Bupati menyatakan, berdasarkan data profil kesehatan Kabupaten Sumenep tahun 2017 jumlah kematian bayi lebih rendah dari target nasional sebesar 25 per 1.000 kelahiran hidup, karena kematian bayi sebanyak 33 kasus, dengan besar angka kematian bayi sebesar 2 dari 1.000 kelahiran hidup.

“Pada tahun 2018 jumlah kematian bayi sebanyak 28 kasus, dengan besar angka kematian bayi sebesar 2 dari 1000 kelahiran hidup tahun 2017. Angka ini lebih rendah dari target nasional tahun 2017 sebesar 25 per 1.000 kelahiran hidup,” imbuh Bupati dua periode ini.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap para pelaku kesehatan utamanya bidan untuk mempertahankan angka kematian ibu dan bayi, SDM bidan sangatlah memadai dengan jumlah keseluruhan sebanyak 1.190 bidan, dengan rincian 1.140 bidan aktif dan 50 bidan tidak aktif.

“Saya yakin target menurunkan angka kematian ibu dan bayi bisa ditingkatkan di masa mendatang. Terima kasih, kepada pelaku kesehatan termasuk para bidan atas kerja keras dan perjuangannya yang telah berusaha menurunkan kematian ibu dan bayi,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )