Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-03-2010
  • 403 Kali

Sumenep Alami Inflasi 0,07 Persen Pada Bulan Pebruari 2010

News Room, Sabtu ( 20/03 ) Inflasi Sumenep pada bulan Pebruari 2010, mencapai 0,07 persen. Laju inflasi Kabupaten Sumenep ini, lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur yang berada diposisi 0,31 persen dan nasional 0,30 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Mariyadi, SH, M.Hum, mengatakan, inflasi Sumenep bulan Pebruari 2010 terjadi, karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada beberapa komoditas. “Yang mengalami kenaikan indeks adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,04 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,41 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,29 persen,”katanya. Ia menjelaskan, sepuluh komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi, yakni beras, tahu mentah, pisang, tempe, cabe rawit, ketimun, bawang merah, rokok kretek, rokok kretek filter dan rak piring. “Untuk komoditas yang mengalami penurunan, terjadi pada kelompok sandang 0,19 persen, dan kelompok transport komunikasi dan jasa keuangan 0,31 persen. Sedangkan, 2 kelompok lainnya tidak mengalami perubahan, yakni kelompok kesehatan, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga,”terangnya menambahkan. Sesuai data yang ada, kata Mariyadi, laju inflasi tahun kalender 2009, Sumenep sebesar 0,71 persen. Angka tersebut masih dibawah Jawa Timur yang mencapai 0,86 persen dan nasional 1,14 persen. “Sementara, untuk Pebruari 2010 terhadap Pebruari 2009, Sumenep sebesar 3,23 persen, Jawa Timur 3,75 persen dan nasional 3,81 persen,”ungkapnya menuturkan. ( Nita, Esha )