Sumenep-Infokom News Room : Upaya untuk menciptakan masyarakat Madura yang madani nampaknya tidak pernah lepas dari perhatian Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Terbukti setelah beberapa kali menggelar Seminar Ilmiah yang mendatangkan para pakar dan pejabat Pemerintah Pusat, kembali hari Jum’at (08/04) Ponpes Al-Amien mengadakan Seminar yang dikemas dalam bentuk Semiloka Sehari Peran Pesantren Sebagai Mitra Strategis Pemerintah Dalam Mensukseskan Program-Program Pembangunan Masyarakat Madura Yang Madani, dengan menghadirkan Menteri Pekerjaan Umum, Ir. Joko Kirmanto. Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM dalam sambutannya mengatakan, dengan hamparan darat dan laut yang begitu luasnya, sudah dipastikan Kabupaten Sumenep memiliki sumber kekayaan alam yang berlimpah, bahkan dengan SDA itu bisa memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat. Namun, apabila pengelolaannya tidak dilakukan sebaik mungkin, maka hal itu tidak akan memberi arti penting bagi kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya menurut Bupati, agar SDA itu bisa bermanfaat, hal yang perlu diperhatikan selain dari sektor permodalan juga dari sisi peningkatan sumber daya manusia, sebab dengan SDM yang memiliki keahlian dan ketrampilan, maka kekayaan alam itu dapat dijadikan lahan untuk meningkatkan sektor ekonomi masyarakat. Bupati yang juga mantan Rois Syuriah NU Sumenep ini berharap, agar Menteri Pekerjaan Umum melakukan perbaikan infra struktur pemerintahan, sebab beberapa daerah, khususnya daerah kepuluan masih membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana, demi peningkatan ekonomi masyarakat. Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum, Ir. Joko Kirmanto yang tiba pukul 11.00 WIB siang, ketika ditemui News Room menerangkan, pembangunan Jembatan Suramadu yang sempat terhenti beberpa waktu lalu, dalam waktu dekat ini pelaksanaan pembangunannya akan dilanjutkan kembali. Dijelaskan pula, berhentinya pembangunan Jembatan Suramadu itu disebabkan adanya revisi perjanjian kontrak antara pemerintah RI dengan China, dimana Pemerintah China meminta agar Pemerintah RI menyediakan dana 10 persen dari total anggaran dana tahun ini sebesar Rp. 1,7 trilyun tidak bisa dipenuhi. Dikatakan pula, pembangunan Jembatan Suramadu itu akan dilaksanakan setelah penandatangan perjanjian, sebab bantuan dana dari pemerintah China saat ini sudah diterima Pemerintah RI. Sedangkan Semiloka yang dibuka oleh Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum, Ir. Hendrianto ini, dihadiri Bupati Sumenep, Bupati Pamekasan, Kapolwil Madura serta Alim Ulama. ( Yasik, Esha, Diek )