Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-06-2008
  • 603 Kali

Sumber Air Tawar Kering, Warga Sapeken Minum Air Laut

News Room, Senin ( 30/06 ) Mengeringnya sumber air tawar milik warga Kecamatan Sapeken dan Arjasa, Kabupaten Sumenep, sejak sebulan terakhir ini, menyebabkan warga setempat terpaksa minum air laut. Kekeringan yang melanda wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep itu terus meluas, sebab sebelumnya hanya dialami masyarakat kepulauan Giligenting. Akibatnya, 45.000 jiwa terancam mengalami gangguan kesehatan. Untuk kali ini, kekeringan terparah dialami warga Desa Gelaman, Kecamataan Arjasa, kemudian Desa Timur Jang-jang Atas dan Daandung Atas, Kecamatan Sapeken. Anggota DPRD Sumenep asal kepulauan Sapeken, Badrul Aini mengatakan, kekeringan yang terjadi tahun ini jauh lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, hutan di wilayah tersebut gundul, karena dibabat habis oknum yang tidak bertanggung jawab. “Sehingga, kekeringan tahun ini sangat menyengsarakan warga Sapeken dan Arjasa,” terangnya. Badrul Aini memprediksi, kekeringan itu akan terus berlangsung hingga September mendatang, dan warga juga dihantui penyakit diare, seperti yang menimpa warga kepulauan Giligenting pada 2007 lalu. Karena itu, pihaknya mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep, agar segera menyuplai air bersih ke daerah yang dilanda kekeringan tersebut. “Jika penanganan itu terlambat, dipastikan akan timbul persoalan kesehatan yang mengakibatkan kematian,” tegasnya. Sementara itu, kekeringan juga melanda 975 Kepala Keluarga Desa Langsar, Kecamatan Saronggi. Warga terpaksa mengkonsumsi air keruh. Kekeringan yang melanda sejak musim kemarau itu, terpaksa warga mengajukan permohonan bantuan air kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep. Kepala Bidang Bantuan Sosial Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Sumenep, Drs. Ali Rahmat, MM mengakui, jika sebagian warga mengajukan permohonan bantuan air bersih. Namun, tahun ini, Rahmat mengatakan, Dinkessos tidak menganggarkan dana bantuan untuk penanggulangan air bersih. Hanya saja, Pemkab tetap memberi bantuan air bersih melalui anggaran tak terduga. “Warga yang membutuhkan air bersih tetap akan diarahkan pada PDAM,” terangnya. Menanggapi hal itu, Direktur PDAM Sumenep, Drs. Ec. Moh. Zainal Alim, MM mengatakan, bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima pengajuan dari warga yang dilanda kekeringan. “Jika memang ada pengajuan, kita akan tetap layani dengan mengirimkan bantuan air bersih melalui tangki,” ujarnya. Namun, bagi masyarakat kepulauan yang dilanda kekeringan, Moh. Zainal Alim meminta agar bersabar diri. Sebab, PDAM sendiri tidak bisa memberikan bantuan kepada kepulauan Sapeken dan Arjasa, mengingat jangkauan terlalu jauh. Moh. Zainal Alim menjelaskan, bantuan air bersih itu, hanya bisa diberikan kepada warga kepulauan Talango dan Giligenting. “Untuk besaran bantuan air bersih, akan disesuaikan dengan persetujuan dari Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM,” tegasnya. ( Nita, Esha )