Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-03-2016
  • 701 Kali

Sulitnya Pakan Ayam, Berimbas Pada Naiknya Harga Telur

News Room, Rabu ( 02/03 ) Sulitnya mendapatkan pakan ayam tidak hanya membuat harga pakan ayam tambah mahal. Namun, efeknya juga pada harga telur ayam di pasaran. 

Berdasar pantauan Media Center, harga satu butir telur ayam kampung berkisar Rp. 1.600,00 hingga Rp. 2.000,00 atau naik sekitar Rp. 300,00 hingga Rp. 500,00 per-butirnya. 

“Sekarang telur ayam sulit pak. Banyak ayam yang tidak bertelur di musim seperti ini,”kata Ina, salah satu pedagang telur di Pasar Jokotole Pamolokan, pada Media Center. 

Menurut Ina, penyebab sulitnya ayam bertelur, karena pasokan makannya berkurang. Disamping harga pakan ayam yang naik, untuk mendapatkannya juga sulit. 

“Makanya harga telur ikut naik, pak. Karena harga pakannya juga naik,”tambahnya. 

Terpisah, Sarip, pedagang telur keliling asal Kecamatan Ganding yang tinggal di Kelurahan Bangselok mengatakan hal yang tak jauh beda. 

Menurut Sarip, pakan ayam langka dan mahal, karena banyak petani jagung yang gagal panen akibat cuaca kering yang bersambung dengan turunnya hujan yang lebat selama beberapa minggu terakhir. 

“Ayam-ayam saya banyak yang tidak bertelur. Padahal, sebelumnya setiap hari bertelur, namun saat ini hingga berhari-hari tidak bertelur. Makanya telur sekarang sulit dan mahal,”katanya. 

Sarip mengakui, jika dirinya memang agak mengurangi jatah makan ayam-ayam ternaknya. Itu dilakukan, karena pakan ayam yang sulit didapat, dan kalaupun ada, harganya sangat mahal. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, setelah imbas El-Nino yang menyebabkan terhentinya curah hujan di awal tahun 2016 kemarin, membuat banyak petani jagung gagal panen, kini akibat dari puncak musim hujan, hal serupa kembali terjadi. Jika sebelumnya jagung menjadi putih akibat kurang hujan, saat ini batang jagung malah menguning hingga harus dipanen sebelum waktunya. 

"Kalau tidak dipanen bisa busuk. Terpaksa dipanen dan dijual dengan harga murah,"kata Lia, warga Kecamatan Saronggi yang sekaligus juga petani jagung, pada Media Center, beberapa waktu kemarin. 

Senada, Lamri, warga Desa Kasengan Kecamatan Manding membenarkan, jika banyak petani jagung yang gagal panen untuk ke dua kalinya. 

Imbasnya, menurut Lamri saat ini pakan unggas jenis ayam langka. Kalaupun ada, harganya tentu saja mahal, bahkan berlipat-lipat. 

"Seperempat sok sekarang bisa Rp. 50.000,00, padahal sebelumnya cuma Rp. 20.000,00 ke Rp. 30.000,00. Itupun sulit mendapatkannya,"katanya. ( Farhan, Esha )