News Room, Rabu ( 18/12 ) Kegiatan Pencanangan Hari Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Menanam Pohon 2013 dalam rangka menyukseskan Program Menanam Satu Milyar Pohon di Kabupaten Sumenep merupakan langkah tepat dan perlu terus dilakukan. Sesuai hasil riset center for international forestry research, bahwa perluasan hutan dengan menanam lebih banyak pohon, adalah ide bagus yang tak terbantahkan. Hal tersebut ditegaskan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si pada Pencanangan Hari Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Menanam Pohon 2013 dalam rangka mensukseskan program menanam satu milyar pohon yang dilaksanakan di belakang Asta Tinggi Sumenep, Rabu (18/12). Sebab, jika tidak ditanam dengan tepat, mungkin hanya akan membuang sumber daya dan berakibat tidak sesuai harapan. “Marilah program penanaman satu milyar pohon ini terus kita jalankan. sebab akan menjadi pelindung kita dan anak cucu kita, di masa depan,”ungkapnya. Salah satu bukti upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Bupati menjelaskan, jika di tahun 2013 ini, telah merealisasikan penanaman pohon sebanyak 3.092.260 batang. Dan itu meningkat dibandingkan tahun 2009 yang hanya berjumlah 2, 2 juta batang. Karena itu, diharapkan pula kecintaan pemeliharaan lingkungan ini, terus ditumbuhkan di lingkungan masing-masing. Dengan mengajarkan kepada anak-anak kita untuk mencintai lingkungan. Demikian pula, di lingkungan sekolah, para siswa wajib diajari mencintai lingkungan, mencintai alam, mencintai hutan, dan mencintai pohon, serta menjadikan sebagai kultur dan sebagai budaya. “Dan yang tidak kalah penting, mari kita jaga apa yang telah kita tanam dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita senang menanam, tapi tidak senang merawat,”tambahnya. Apalagi tegas Bupati, dalam satu tahun ini, Kabupaten Sumenep kerap dilanda bencana alam. Seperti tanah longsor di Desa Batu Ampar Kecamatan Guluk-guluk pada bulan Mei 2013, dan tanah ambles di Desa Matanaair Kecamatan Rubaru, satu bulan kemudian. Serta seringnya terjadi banjir di Bumi Sumekar ini. Dan bencana itu terjadi tidak lain karena kerusakan lingkungan hidup. Bahkan sesuai data, kerusakan hutan Indonesia mencapai 3,5 juta hektar per-tahun, dan tercatat sebagai nomor 3 terbesar di dunia. Jika dikalkulasi, hutan di Indonesia berkurang 6,7 hektar per-menit. Padahal, hutan yang kondisinya masih bagus hanya tinggal 64 juta hektar saja. ( Ren, Esha )