News Room, Senin ( 17/08 ) Saat-saat menjelang pengibaran Bendera Merah Putih, merupakan saat yang dinanti-natikan sekaligus merupakan detik-detik yang mendebarkan bagi Pasukan Pengibar Sang Saka Merah Putih (Paskibraka). seperti itulah yang dialami Delsi Pangesti Wilujeng dan teman-temannya. Namun, setelah sukses mengibarkan bendera Merah Putih dengan lancar, semua merasakan lega dan bangga. Delsi, yang merupakan petugas pasukan 8 sebagai pembawa dan pengibar bendera ketika ditemui sejumlah wartawan usai pelaksanakan tugas dalam rangka Upacara Hari Ulang Tahun ke 64 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Bupati Sumenep tadi pagi, Senin (17/08) mengungkapkan dirinya sangat lega ketika selesai melaksanakan tugas dengan baik. "Sebelumnya saya sempat deg-degan juga, sebab apabila ada kesalahan sedikit saja, hal itu akan sangat mengecewakan semua. Dan latihan yang dilakukan selama kurang lebih sebulan akan sia-sia ketika dalam pelaksanaannya tidak sukses,"ungkap siswi SMA Muhammadiyah Sumenep itu. Putri pasangan Sumadi Cahyono dan Indrayani yang lahir 11 Juli 1994 ini, mengaku sangat bersyukur berkat doa'a restu orang tua, serta kekompakan teman-temannya dan ketelatenan para pelatih, dirinya memiliki kekuatan lahir dan bhatin untuk melaksanakan tugas mulia itu. Sebab, tugas yang sangat berat adalah pada saat menerima bendera dan mengibarkannya. Karena itu, Delsi mengaku selalu berdo'a agar tugasnya berjalan dengan sukses dan lancar hingga pada saat penurunan bendera sore hari. Sementara Ketua Tim Pelatih Petugas Paskibraka Sumenep 2009, Aiptu. Abd. Madjid, S.Pd mengaku bangga dengan kesuksesan para petugas Paskibraka, utamanya pada saat pengibaran bendera. Karena tugas itu merupakan tugas berat sekaligus memiliki tanggung jawab yang besar apabila sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kasubbag Kerma Polres Sumenep yang setiap tahun selalu menangani Paskibrakan ini berharap, kekdisiplinan yang sudah dimiliki petugas Paskibraka ini tidak hanya pada saat menjadi petugas Paskibraka saja. Namun diharapkan itu akan menjadi bekal untuk lebih memiliki kedisiplinan yang tinggi, sehingga mereka dapat menjadi kader pemimpin yang baik dimasa yang akan datang. Karena itu, seleksi untuk menjadi Paskibraka sangat ketat, dari 332 siswa utusan dari 13 sekolah SMA, MA dan SMK di Kabupaten Sumenep, yang akhirnya terpilih sebanyak 74 siswa, mulai dari pasukan 8, penjuru 17 dan penjuru 45. Dan pelaksanaan latihan dimulai sejak 21 Juli 2009 lalu, yang dilakukan sebanyak kurang lebih 33 latihan pagi, sore dan malam hari. ( Ren, Esha )