Sumenep-Kominfo News Room : Masyarakat Jawa Timur diharapkan dapat menstabilkan dan membersihkan diri dari ‘penyakit hati’ seperti rasa iri, sombong, dan takabur, agar tidak menimbulkan kerusuhan yang ada sekitar lingkungan masyarakat. Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Propinsi (Sekdaprop) Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH, M.Hum saat menghadiri acara Hari Ulang Tahun Muslimat NU ke 60 dan Tahlil Qubro ke 21 di Alun-alun Kabupaten Jombang, Sabtu lalu (06/05). Dia menjelaskan, kerusuhan yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah Jawa Timur disebabkan oleh masyarakat atau sekompok orang yang tidak dapat menahan ‘penyakit hati’. “Untuk dapat membersihkan serta menetralkan penyakit hati, sebaiknya kita sebagai umat Islam harus mencontoh kehidupan para Wali Songo“, ungkapnya. H. Soekarwo menambahkan, ada tiga Wali Songo yang dapat dijadikan contoh, seperti Sunan Ampel yang dikenal ahli fiqih (hukum sariah Islam), Sunan Giri ahli pemerintahan, dan Sunan Bonang ahli kesenian. �Konsep tiga wali ini sebenarnya dapat digunakan para pemimpin (Bupati/Walikota) dalam memimpin rakyatnya. Dimana para pemimpin itu biasa untuk menemui rakyat di pendopo�, ujarnya. Dikatakan H. Soekarwo, ada beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang mempunyai tempat seperti pendopo yang di sekitarnya ada masjid serta ada alun-alun. Di tempat itu, biasanya pejabat publik atau Bupati/Walikota menemui rakyatnya yang melakukan protes atas kepemimpinannya. “Sebagai pejabat publik jangan lari, jika ada rakyat yang protes. Seharusnya rakyat itu ditemui lalu diberikan solusinya, kalau tidak, maka rakyat akan kurang simpatik terhadap pejabat tersebut�, urainya. Selain itu, H. Soekarwo juga menyampaikan, jumlah masyarakat miskin di Jawa Timur saat ini dinilai sangat banyak. Untuk mengatasi hal itu, Pemerintah Propinsi Jawa Timur menawarkan tiga program, yakni program pendidikan 9 tahun gratis, program kesehatan dengan menerapkan 8 program pokok kesehatan di Puskesmas yang biayanya di gratiskan dan program sosial dengan mengaktifkan program air bersih, pertanian, perkebunan dan program padat karya. ( Info Jatim, Esha )