News Room, Rabu ( 28/05 ) Menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang digelar 23 Juli 2008 mendatang, beberapa Calon Gubernur dan Wakil Gubernur terus melakukan konsolidasi kepada para simpatisannya dibawah. Seperti yang dilakukan pasangan Ir. H. Sutjipto dan Ir. Moh. Ridwan Hisyam (SR), Rabu (28/5) melaksanakan konsolidasi terhadap relawan Ridwan Hisyam (RH) Center bertempat di Hotel Utami Sumekar Sumenep. Menurut H. Ridwan Hisyam yang hadir sendiri dalam acara konsolidasi tersebut berharap agar RH Center benar-benar solid untuk mengusung pasangan SR sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. Pihaknya berharap para pendukung SR tetap solid hingga ke tingkat Kecamatan dan Desa yang paling bawah. Sebab pasangan SR merupakan salah satu dari lima pasangan Cagub dan Cawagub yang mengusung keluarga besar dari Madura sendiri itu merupakan realitas yang ada. Karena itu, H. Ridwan Hisyam berharap ketika nantinya dirinya kembali melihat gerakan RH Center sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. H. Ridwan Hisyam optimis, pasangan SR akan memiliki dukungan yang banyak di Madura. Sebab, siapa lagi yang akan memikirkan daerahnya sendiri, kalau bukan masyarakat Madura sendiri. Dan apabila memang sudah dipercaya nantinya untuk membenahi Jatim, secara otomatis setiap hari pihaknya akan mendapatkan laporan dari masyarakat dan dapat melihat sendiri kondisi masyarakat Madura yang sebenarnya. Yang jelas tegas H. Ridwan Hisyam, tema SR yakni Gotomg Royong Bangun Desa Menata Kota. Jadi secara otomatis memang harus selalu turun ke Desa-desa nantinya dalam lima tahun untuk menjalankan komitmen kepada masyarakat. Sementara, kalau soal visinya, bagaimana masyarakat Jatim menjadi sehat, adil dan sejahtera. Yakni dengan cara menyehatkan ekonominya, karena peran pemeritah meningkatkan APBD Jatim yang saat ini sebesar Rp. 5 triliun itu akan menjadi tiga kali lipat. Karena potensi SDA di Jatim sudah ada. Hanya saja, untuk saat ini masih terbentur dengan Undang-Undang tentang Pembagian Pusat dan Daerah. Dimana Jatim hanya menerimah 15 persen saja, sedangkan 85 persen ke pusat. Padahal untuk Madura saja yang saat ini memiliki dua blok lagi sumber Migas selain sumur migas di Pagerungan yang sudah 20 tahun dan tinggal 10 persennya yang masih tersisa. Dan itu yang akan memiliki hasil besar bagi pendapatan APBD Jatim, khususnya untuk Madura sendiri agar dapat membangun Madura kedepan. Karena itu perlu perjuangan ke pusat. Dan SR, menurut H. Ridwan Hisyam siap memperjuangkan itu ke pusat paling tidak daerah harus mendapatkan 50 persen dari pusat. ( Ren, Esha )