Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-06-2014
  • 562 Kali

Sosialisasikan Penatausahaan Hasil Hutan Dan Pembekalan Teknis

News Room, Selasa ( 17/06 ) Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim, M.Si mengajak seluruh elemen di Kabupaten Sumenep untuk komitmen dalam menghadapi tantangan atas keberadaan hutan. Karena, salah satu faktor yang melatar belakangi berkurangnya kayu hutan di negara ini, akibat makin meningkatkan permintaan kayu dari Indonesia yang biasanya masuk ke negara Brasil dan China, sehingga hal tersebut dapat mengganggu kelestarian hutan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Bupati Sumenep pada pembukaan Sosialisasi Penatausahaan Hasil Hutan dan Pembekalan Teknis Pejabat Penerbit Surat Keteramgan Asal Usul (SKHU) di Kabupaten Sumenep, Selasa (17/06) di Hotel Utami Sumekar Sumenep. Disamping itu, perilaku Ilegal loging yang makin marak, serta menurunnya rasa memiliki masyarakat terhadap lingkungannya, menjadikan persoalan lingkungan semakin menjadi. “Di mana dengan mudah menebang pepohonan tanpa berpikir jangka panjang ke depan, yang bisa mengakibatkan bumi menjadi kering,”ungkapnya. Karena itu, Bupati berharap, agar masyarakat dan perhatian semua pihak terhadap persoalan tersebut. Salah satunya dengan tidak merusak hutan, serta upaya kebijakan pemerintah, agar terus berpihak kepada kelestarian lingkungan. Bahkan, kewenangan Bupati yang diberikan kepada para Kepala Desa, terkait penerbitan SKHU, agar jangan disalah gunakan. Namun, bagaimana dilakukan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat. Dan harus tetap mengacu pada peraturan yang ada, serta harus tetap berorientasi pada jangka panjang dan bukan jangka pendek. Sementara Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Ir. H. Edi Sutrisno menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan para Kepala Desa di Sumenep terhadap penerbit SKHU, disamping untuk memperlancar pelayanan, khusunya dalam peredaran kayu rakyat, serta memberikan kepastian hukum dari hak privat penguasaan, pengangkutan hasil hutan dari hak. “Peserta kegiatan sosialisasi diikuti sebanyak 90 orang, terdiri dari 70 orang Kades di 16 Kecamatan daratan, dan 20 Kades dari 8 Kecamatan di kepulauan,”tambahnya. ( Ren, Esha )