News Room, Kamis ( 22/05 ) Paradigma pembangunan sekarang ini sudah mulai beralih dari paradigma pembangunan yang top down menjadi button up, dari yang konvensional menjadi partisipatif. Yang melihat masyarakat sebagai subyek pembangunan, bukan sebagai obyek pembangunan. Hal itu sebagai upaya peningkatan kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si, pada acara Sosialisasi Tingkat Kabupaten Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) tahun 2014 di Pendopo Agung Kraton Sumenep, Kamis (22/05). Bupati mengibaratkan PNPM sebagai kail, pemerintah menyiapkan anggaran, dan masyarakat merencanakan sendiri keperluan dan kebutuhan mareka, dari, oleh, dan untuk masyarakat sendiri. “Ada dana pendampingan, ada kontribusi masyarakat yang bertujuan, agar lebih berdaya lagi,”ungkapnya. Karena itu, PNPM harus dirasakan tidak hanya dalam waktu pendek, tetapi bisa dirasakan dalam jangka panjang. Dan diyakini program pemberdayaan telah banyak memberikan manfaat yang luar biasa bagi masyarakat untuk lebih berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sendiri. Khususnya, dalam mencapai target millenium development goal (MDGS) sampai tahun 2015. Bupati berharap pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Sumenep yang dilaksanakan dalam beberaa tahun di 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Kota Sumenep, dan Kecamatan Kalianget di 23 Desa/Kelurahan, di lapangan betul-betul melibatkan masyarakat secara utuh, sehingga kebutuhan masyarakat yang mendesak bisa dicarikan penyelesaiannya lewat PNPM-MP ini. Sementara Kepala Dinas PU. Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep, Drs. Bambang Irianto, M.Si menjelaskan, kegiatan sosialisasi PNPM-MP bertujuan untuk mendorong kemandirian masyarakat serta pemerintah daerah dan pelaku pembangunan lokal lainnya, khususnya dalam penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sumenep, dengan nilai-niliai luhur dan prinsip kesukarelaan. “Disamping itu juga, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat, agar semakin mandiri, dan meningkatnya partisipasi masyarakat,” tambahnya. ( Ren, Esha )