News Room, Senin ( 28/05 ) Beberapa program pemerintah yang pro rakyat dan berbasis kepada masyarakat masih tetap eksis, salah satunya, yakni Progam Nasional Pemberdyaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP). Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si mewakili Bupati Sumenep, KH. A. Buyro Karim, M.Si pada kegiatan Sosialisasi PNPM Mandiri Perkotaan tahun 2012 di Pendopo Agung Kraton Sumenep, Senin (28/05). Menurutnya, harus disadari bahwa paradigma pembangunan sekarang ini sudah mulai beralih dari paradigma pembangunan yang top down menjadi botton up, dari yang konvensional menjadi partisipatif, yang melihat masyarakat sebagai subyek pembangunan bukan obyek pembangunan. “Semua itu sebagai upaya peningkatan kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,”ujarnya. Ditambahkan, PNPM diibaratkan kail, pemerintah menyiapakan anggaran, masyarakat merencanakan sendiri keperluannya dan dan kebutuhan mereka, dari, oleh dan untuk masyarakat. Sebagai upaya peningkatan kualitas hidup, ada dana pendampingan, ada kontribusi masyarakat yang tujuannya adalah agar lebih berdaya lagi. Menurut Bupati, tidak hanya masyarakat mendapatkan ikannya yang hanya bisa dirasakan dalam waktu pendek, namun bisa dirasakan dalam jangka waktu yang panjang. PNPM dinilai telah banyak memberikan manfaat yang luar biasa bagi masyarakat untuk lebih berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat itu sendir, khususnya dalam mencapai target millenium development goals (MDGS) sampai tahun 2015. Sementara Kepala Dinas PU. Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. Moh. Zain Saleh, M.Si menjelaskan, alokasi Bantuan Langsung Masyarakat PNPM Mandiri Perkotaan 2012 yang tersebar di 23 Kelurahan/Desa di Kecamatan Kalianget dan Kota. Sesuai DIPA tertanggal 09 Desember 2011 sebesar Rp. 2.535.000.000,00 kebutuhan Dana Urusan Bersama (DUB) sebesar Rp. 2.295.000.000,00 jadi ada kelebihan dana sebesar Rp. 240.000.000 yang pemanfaatannya menunggu ketentuan lebih lanjut dari Kementerian Pekerjaan Umum RI. “Sedangkan Dana Daerah Urusan Bersama (DDUB) yang tersedia dalam DIPA SKPD Kabupaten Sumenep sebesar Rp. 255.000.000,00 dan sudah sesuai dengan kebutuhan,”tambahnya. Disamping kegiatan sosialisasi yang dilakukan TA Pelatih dari KMW VI Jatim, Markus, kepada para koordinator BKM, Kepala Desa/Lurah, Komonitas Belajar Perkotaan (KBP), Tim Satker PIP dan sejumlah tim PNPM-MP lainnya, juga dilaksanakan bazar produk unggulan masing-masing BKM di sepanjang halaman depan Labang Mesem Kraton Sumenep. ( Ren, Esha )