News Room, Sabtu ( 20/02 ) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan di Kabupaten Sumenep tahun 2010 ini, sudah dilakukan sosialisasi ditingkat Kecamatan dari 25 Kecamatan yang akan mendapatkan kegiatan PNPM-MP ini. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Kabupaten Sumenep, Drs. H. Syafi'ie Untung, MM, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Drs. Munif Hidayat menjelaskan, pihaknya berharap masing-masing Kecamatan nantinya akan menindak lanjuti dengan hasil musyawarah bersama sejumlah Desa yang ada. “Sebab, alokasi anggaran PNPM-MP 2010 ini memang lebih sedikit dari tahun sebelumnya, namun sasaran pelaksanaan bertambah 2 Kecamatan, yang jelas nilai alokasinya juga berkurang,â€Âujar Munif. Karena itu, pihaknya berharap para pengelola di tingkat Desa betul-betul mengalokasikan dana PNPM-MP tersebut untuk kegiatan yang menjadi kebutuhan prioritas di Desanya. Dielaskan, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Kabupaten Sumenep, tahun 2010 ini mendapatkan dana sebesar Rp. 48,75 milyar, dengan rincian melalui ABPN sebesar Rp. 39,80 milyar dan APBD Kabupaten Sumenep sebesar Rp. 9,95 milyar, untuk 25 Kecamatan. Sebelumnya, hanya 23 Kecamatan, namun saat ini ada 2 Kecamatan tambahan yang akan mendapatkan PNPM-MP tahun 2010, yakni Kecamatan Manding dan Lenteng. Sedangkan untuk 2 Kecamatan yang tidak tersentuh PNMP-MP, yakni Kecamatan Kota Sumenep dan Kalianget, karena sudah ada Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP). Pada prinsipnya, program pemberdayaan yang langsung dilaksanakan masyarakat sendiri dengan program usulan dari masyarakat, benar-benar sangat efektif dan hasilnya lebih maksimal. ( Ren, Esha )