News Room, Senin ( 14/07 ) Melihat fakta di lapangan yang sangat meresahkan guru dalam memperoleh akreditasi, karena profesionalismenya masih dipertanyakan, hendaknya bisa dijadikan pelajaran berarti. Sebab dalam penilain terhadap ribuan guru dari hasil karya ilmiahnya justeru yang lolos tidak sampai sepuluh persennya. Terbukti, dari hasil pengusulan golongan IV A ke IV B di Jawa Timur, menunjukkan dari 5.000 orang guru yang berhasil hanya sekitar 200 orang, sedangkan untuk Kabupaten Sumenep sendiri dari sekitar 100 orang guru, yang lolos hanya 5 hingga 6 orang. Melihat realita tersebut, Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Cabang Sumenep berpikir keras untuk mengentas para guru yang tidak berdaya dalam mengorbitkan profesionalismenya yang sebenarnya mereka sudah melaksanakan dalam keseharianya. Menurut Ketua ISPI Cabang Sumenep, Drs. H. Ata’ur Rahman, S.Pd, M.Si pihaknya mencoba berpikir untuk menyumbangkan salah satu kegiatan dalam mengembangkan profesionalisme guru yang di emplementasikan dalam bentuk Work Shop penilaian tindakan kelas. Hal itu menurut H. Ata’ur Rahman karena pada umumnya selama ini guru kesulitan menyusun karya tulis ilmiah. Karena itu, sebagai solusi mengungkap profesionalisme guru yang selama ini terpendam, ISPI berpikir untuk mengundang narasumber, yakni Dr. Suparti dari Surabaya sebagai Instruktur Tim Penilai angka kredit dari IV A ke IV B untuk membimbing para guru dalam membuat karya ilmiah tanpa terlalu menyita waktu. “Mereka hanya melakukan penelitian tindakan kelas, dimana para guru mengajar sehari-hari. Hal ini dinilai sangat efektif, karena hanya dituntut membuat karya ilmiah yang berkenaan dengan bidang tugasnya sendiri sehari-hari,â€Âujar H. Ata’ur Rahman. Ditambahkan, jika kegiatan ini dilaksanakan selama dua bulan, mulai Juli hingga Agustus 2008 dengan mengambil Pola kegiatan in service training dan on service training. Yang maksudnya in service training memberikan pembekalan peserta dengan materi sebelum melaksanakan, dan on service training dalam pelaksanaan dilapangan. Diharapkan para guru sekitar 75 guru yang ikut kegiatan ini akan mampu membuat karya tulis ilmiah dengan baik, karena nilainya nanti yang akan mendapatkan angka kredit.( Ren, Esha )