News Room, Rabu ( 03/03 ) Kabupaten Sumenep terdapat memiliki 6 sekolah yang dinyatakan lulus dalam Sekolah Standar Nasional (SSN) tahun 2009 lalu. Keenam sekolah tersebut yaitu, SMPN 4 Sumenep, SMPN 6 Sumenep, SMPN I Dasuk, SMPN I Batang- Batang SMPN I Talango dan SMPN I Masalembu. Kepala SMPN 4 Sumenep, Drs. Hartono, mengaku senang, ketika pada kegiatan Workshop tentang SSN (Sekolah Standar Nasional) oktober lalu yang ternyata juga merupakan pemberitahuan tentang kelulusan sekolahnya sebagai SSN. “Syukurlah, selama kegiatan workshop di Surabaya itu, kami mengadakan pertemuan 6 sekolah, dengan bahasan koordinasi terkait program di sekolah, yang beberapa diantaranya yaitu membahas program-program kegiatannya tersebut secara bersama-sama, seperti tentang standar isi perkembangan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan),“ ungkapnya. Dijelaskannya, SMPN 4 Batuan menggunakan standar tersebut menggunakan 9 komposisi. Diantaranya, standar kopetensi lulusan (SKL), standar isi kurikulum, standar proses belajar mengajar, standar pendidikan dan tenaga pendidikan, standar sarana dan prasarana, standar manajemen (pengeloaan), standar penilaian, standar keuangan, serta standar kebudayan dan lingkungan hidup. Dalam proses tersebut, pihaknya telah melakukan pendataan dari tahun ajaran Juli 2009 hingga Juni 2010, karena realisasi workshop-nya yaitu tanggal 5-9 Oktober 2009. Jadi, dari 6 sekolah SSN, workshop itu harus terlaksana semuanya atau bertahap, dan pada kisaran bulan Mei-Juni laporan yang terakhir harus sudah selesai. Untuk tahun pertama, kedua, dan ketiga terkait dengan hal ini ada dana bantuan, yaitu Rp. 100 juta untuk tahun pertama, sedangkan untuk tahun kedua Rp. 70 juta. Sementara untuk tahun ketiga Rp. 35 juta. Pada tahun pertama, menitikberatkan pada program kegiatan yang perlu dikembangkan atau dibenahi Selanjutnya tahun kedua dan ketiga, bahkan masuk di tahun keempat, sekolah sudah harus menjadi sekolah standar nasional mandiri. “Namun, untuk mencapai tujuan tersebut kami ingin bermitra dengan dunia usaha lain dan dunia usaha industri, sesuai dengan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS),†tambahnya. Sedang mengenai pemanfaatan TI (teknologi informasi), juga masuk standar pendidikan, pada program pengembangan dalam pembelajaran. Untuk UNAS tahun 2010, pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk kesiapan siswa menghadapi ujian, mulai dari Bimsus (bimbingan khusus) dan Try-out. Hartono optimis, sekolah yang diasuhnya nantinya lulus 100 % seperti tahun sebelumnya. ( Ren, Adjie)