News Room, Selasa ( 19/02 ) Sebagai sekolah yang sempat menjadi Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) SMKN 1 Kalianget, tidak bergeming dengan perubahan status sekolahnya yang kembali seperti semula. Namun, sebagai sekolah yang sebelumnya sudah diakui sebagai sekolah maju, harus tetap dipertahankan dan terus berupaya menjadikan SMKN 1 Kalianget semakin maju. Hal tersebut ditegaskan, Kepala SMKN 1 Kalianget, Zainul Sahari, S.Pd, M.Pd kepada News Room di ruang kerjanya. Menurutnya, sebenarnya perubahan status RSBI dengan sebelumnya, tidak terlalu signifikan. Apalagi dari sisi anggaran RSBI yang dikucurkan pemerintah pusat sebelumnya juga belum signifikan dalam penerapannya. “Jadi, dengan program RSBI sebelumnya belum ada perubahan signifikan, karena bantuan dari pusat hanya untuk menambah kebutuhan kurikulum dan sarana saja,”ujarnya. Dijelaskan, pihak sekolah tidak pernah melakukan pungutan kepada siswa terkait dengan program RSBI. Padahal, jika memang harus mengikuti pelaksanaan RSBI, tentu harus ditunjang pula dengan dana dari masyarakat. Meskipun diakui, dalam rapat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Teknologi (MKKST) Jawa Timur, beberapa waktu lalu, bekas RSBI akan menjadi sekolah unggul. Namun, hal itu masih dalam tahap pembicaraan dan belum sampai mengarah pada usulan maupun teknis pelaksanaannya. Sementara, tegasnya, saat ini pihaknya hanya fokus untuk mengoptimalkan program pendidikan yang sudah berjalan, dan kedepan pihaknya harus optimis, kualitas pendidikan di sekolahnya akan lebih baik dari hari kemarin. “Meskipun, belum ada program baru yang menjadi target tahun ini, namun bagaimana upaya untuk menata program yang sudah ada menjadi lebih tertata dengan baik,”pungkasnya. ( Ren, Esha )