Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-06-2009
  • 525 Kali

SMAN I Sumenep Akan Evaluasi Hasil Kelulusan Siswanya

News Room, Senin ( 22/06 ) Adanya 2 orang siswa yang tidak lulus di SMA Negeri I Sumenep, diakui memang sempat menjadi tanda tanya besar sebagian kalangan, baik dari orang tua maupun dari para guru sendiri. Sebab, 2 siswa tersebut ternyata dalam kesehariannya merupakan anak yang masuk kategori menengah. Dalam arti tidak terlalu pandai, namun juga tidak masuk siswa yang terbelakang. Hal tersebut juga diakui Kepala SMAN I Sumenep, Drs. H. Nursaid Sani, M.Pd ketika ditemui News Room di kantornya tadi siang, Senin (22/06). Menurutnya, kedua siswa yang tidak lulus dari 319 siswanya, ternyata juga memiliki nilai rata-rata yang cukup bagus. Namun, jatuh pada nilai mata pelajaran bahasa Inggris, malah nilainya sangat jauh, yakni dibawah empat. “Saya juga heran, nilai dari beberapa mata pelajaran, mereka bersaing dengan siswa lainnya, bahkan ada yang mendapat nilai 9, dan 8. Namun, satu mata pelajaran bahasa Inggris ternyata hanya mendapat nilai 3,”ujar H. Nursaid. Atas kasus tersebut, H. Nursaid mengaku tetap tidak bisa berbuat banyak, sebab dalam kenyataannya memang tercantum angka itu dan dalam keterangannya tidak lulus. Seandainya bisa diperjuangkan, tentu kedua siswa tersebut bisa lulus. Namun, kebijakan tetap harus patuh dengan aturan yang telah ditentukan ari atas. Ditanya mengenai ada kemungkinan terjadi human error terhadap ketikan nilai yang diperoleh, H. Nursaid mengaku tidak dapat menilai itu. Namun, ada kemungkinan pula, siswa yang bersangkutan kurang berhati-hati dalam mengerjakan soal, atau mengentengkan, sehingga tidak mengira akan fatal seperti itu. Kenyataan itu menurut H. Nursaid, akan menjadi pelajaran bagi adik kelasnya nanti untuk betul-betul serius dalam mengerjakan soal tersentu. Sebab, dari nilai rata-rata justeru pada nilai bahasa Indoensia yang memiliki nilai kurang sempurna. Sedangkan mata pelajaran lainnya justeru lumayan tinggi. Dan itu akan menjadi evaluasi tersendiri, baik dari guru mata pelajaran maupun dari siswa sendiri terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia. ( Ren, Esha )