Sumenep-Kominfo News Room : Dalam penerimaan siswa baru tahun ini pihaknya tidak pernah mengeluarkan siswa yang tidak mampu melunasi uang pembangunan sebesar Rp. 500.000,00. Demikian ditegaskan Kepala SMA Negeri I Sumenep, Drs. Nur Said Sani, M.Si. Bahkan menurut Nur Said Sani, terkiat dengan penarikan biaya pembangunan bagi siswa yang tidak mampu itu bisa melunasi secara bertahap, bahkan pihaknya membebaskan siswa dari penarikan biaya pembanguan, apabila siswa yang bersangkutan benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu, hanya saja siswa yang bersangkutan harus menunjukkan bukti-bukti dari aparat Desa, bahwa dirinya berasal dari keluarga kurang mampu. Pada pelaksanaan penerimaan siswa baru kali ini, sedikitnya ada 24 siswa yang mengajukan keringanan uang pembangunan. Nur Said Sani mengaku tidak menutup kemungkinan ada siswa yang tidak mampu, tetapi tidak melapor kepada pihaknya, sehingga siswa yang bersangkutan pindah kesekolah lain, karena itu pihaknya meminta siswa yang tidak sanggup membayar unag pembangunan, segera menghubungi Kepala Sekolah. Sementara itu, informasi adanya siswa yang dikeluarkan dari sekolah karena tidak mampu membayar uang pembangunan berdasarkan pernyataan Fraksi Amanat Rakyat (FAR) DPRD Sumenep, bahwa pihaknya memiliki data tentang siswa yang dikeluarkan dari sekolah, akibat tidak bisa melunasi uang pembangunan dan siswa yang bersangkutan pindah kesekolah lain. ( Yasik, Esha )