News Room, Sabtu ( 12/11 ) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sumenep, sebagai lembaga pendidikan berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), mulai menerapkan semi Satuan Kredit Semester (SKS), bagi 306 siswa baru kelas X. Kepala SMA Negeri 1 Sumenep, Drs. Achmad Sadik menjelaskan, penerapan semi SKS ini, untuk meningkatkan standart mutu pendidikan sebagai RSBI. “Kami melakukan perubahan, agar bisa mencetak lebih banyak siswa berprestasi. Sementara waktu, SKS ini sifatnya masih semi. Untuk SKS murni akan dilakukan secara bertahap,”kata Sadik, usai melakukan sosialisasi program SKS pada wali muris kelas X, di Sumenep, Sabtu (12/11/2011). Menurut Sadik, pada tahap awal, pihaknya akan mengerjakan program SKS semi paket. “Jadi, porsi pembelajaran tetap menggunakan SKS. Tapi, dalam pelaksanaannya kita tetap menggunakan paket, yang telah disediakan. Tiap semester, siswa sudah ditentukan akan menempuh pelajaran apa saja dengan ketentuan jumlah semester,”terangnya. Bagi siswa yang tidak lulus atau nilainya dibawah ketentuan, kata Sadik, diwajibkan mengikuti semester pendek, yang waktunya 20 hari setelah keluarnya kartu hasil studi. “Nah, kalau dalam semester pendek ternyata siswa tetap tidak lulus, maka harus mengulang pada periode mata pelajaran berikutnya,”ujarnya. Sadik mengaku siap menerapkan semi SKS ini, termasuk dewan guru. Sebab, ini bagian dari konsekuensi sebagai lembaga pendidikan berstatus RSBI. “Para guru sudah menyatakan siap, ya kami laksanakan. Termasuk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di semester pendek,”ungkapnya. Penerapan semi SKS tersebut, para siswa kelas X tidak dibebani biaya tambahan. “Mereka cukup membayar Rp200 ribu tiap bulan. Tapi, bagi yang tidak mampu bisa mengajukan keringanan pada pihak sekolah,”pungkasnya. ( Nita, Esha )