Media Center, Rabu ( 02/08 ) Situs pemakaman Buju’ Bhalang di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru,
direnovasi. Salah satu lokasi ziaroh ulama-ulama kuna di
Sumenep ini dikemas menjadi lebih bersih dan nyaman bagi para
pengunjungnya.
Ketua Pembina Ikbal (Ikatan Kerabat Bani Ju’
Bhalang), Drs. H. Kurniadi Widjaja, M.Si menuturkan, renovasi tersebut
sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur dan ulama Bhalang.
Renovasi itu juga tidak mengubah situs yang masih asli, namun hanya
dalam bentuk pemasangan keramik lantai, lesplang dan lainnya.
“Alhamdulillah pemasangan keramik Asta Agung Buju' Bhalang, pemasangan
lesplang dan renovasi pagarnya telah selesai,”katanya pada Media Center,
Rabu (02/08).
Terkait dana renovasi tersebut, menurut Kurniadi
merupakan hasil urunan anggota Ikbal. Jumlah dana yang dibutuhkan tidak
disebutkannya. Namun H. Kurniadi menuturkan bahwa sekitar 60 persen dari
dana pribadinya sendiri.
“Terima kasih atas bantuan dan doanya.
Semoga Allah SWT meridlai. Aamiin,”imbuhnya. Buju’ Bhalang merupakan
salah satu ulama besar kuna di Sumenep. Nama aslinya ialah Kiai Abdul
Karim bin Syits.
Kiai Syits dalam catatan silsilah Keraton Sumenep merupakan putera Sunan Cendana Kwanyar, Bangkalan.
Keturunan Kiai Abdul Karim menyebar dimulai dari Sumenep.
Pesantren-pesantren kuna di Sumenep dan Pamekasan, hingga wilayah tapal
kuda juga memiliki tautan nasab pada Buju’ Agung Bhalang. Di antaranya
Ponpes Al-Amien Prenduan, An-Nuqoyah Guluk-guluk, Terate, Paiton,
Sukorejo, dan lain-lain. ( M Farhan, Esha )