News Room, Jum’at ( 14/05 ) Nasib naas menimpa Imam Wahyudi (15), siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Batang-batang. Korban yang merupakan warga Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-batang itu tewas tertimbun longsor saat menggali tanah untuk menguruk lapangan volly di Desa Batang-batang Daya. Sebelum kejadian, korban bersama 10 teman lainnya menggali tanah. Tiba-tiba suara gemuruh datang dan para siswa berlarian. Bila 10 temannya berhasil menyelamatkan diri, korban malah terjebak dan tertimbun tanah. Kapolsek Batang-batang, Iptu Mukid mengatakan, sebelum kejadian, korban bersama temannya menggali tanah di tempat pengambilan pasir yang dilakukan warga setempat setiap hari, tiba-tiba datang suara gemuruh. Namun, korban tidak bisa menyelamatkan diri, justru terjebak dan tertimbun tanah. “Diduga karena hujan seharian di daerah bekas galian pasir itu, maka saat korban ikut membantu menggali pasir tiba-tiba longsor dan tertimbun hingga kedalaman 5 meter,"kata Mukid saat dihubungi wartawan via telepon, Jumat (14/05). Mukid menjelaskan, saat dievakuasi korban masih bernafas, dan langsung dilarikan ke rumah sakit daerah (RSD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep. “Namun, nyawa korban tidak tertolong. Korban meninggal saat dilarikan ke rumah sakit,†ungkapnya menuturkan. Mukid mengemukakan, korban murni meninggal karena kecelakaan sendiri. ( Nita, Esha )