News Room, Selasa ( 05/11 ) Nasib naas menimpa Ainun Najib, (17), siswa kelas 2 di SMK Negeri 1 Kalianget, Sumenep. Mantan Ketua OSIS di SMKN 1 Kalianget ini, tewas tenggelam di sungai Pangareman, Dusun Sa’asa, Desa Lanjuk, Kecamatan Manding, Selasa (05/11) pagi. Sebelum tewas, korban bersama temannya sedang menggelar acara dilokasi kejadian dalam rangka serah terima jabatannya kepada OSIS terpilih periode 2013-2014, sekaligus merayakan 1 Muharram 1435 Hijriyah. Awalya serangkaian acara berjalan lancar tanpa kendala apapun. Setelah itu 5 orang siswa 1 diantaranya korban mandi di sungai tersebut. Namun tidak berselang lama, korban berteriak minta tolong. Diduga korban belum mahir berenang, sehingga 2 orang siswa berusaha menolong korban, namun karena tubuh korban yang tinggi sulit ditarik keatas permukaan air dan akhirnya terlepas lagi. Mereka kembali masuk kedasar sungai mencari korban. Beberapa saat kemudian tubuh korban ditemukan, namun sudah dalam keadaan kaku. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Manding, tapi nyawa korban sudah tidak tertolong. Paisun, salah satu warga setempat mengatakan, bahwa di Sungai Pangareman tersebut memang dikenal angker. Karena sering memakan korban. “Banyak orang yang mandi di Sungai itu meninggal dunia. Bukan soal kedalaman, tetapi sungai itu memang dikenal anker sejak zaman dulu,”katanya. Sementara Kapolsek Manding, AKP Bambang Adi Winarno menjelaskan, korban ditengarai belum mahir berenang, sehingga tidak mampu menjaga keseimbangan saat didalam air. “Kedalaman sungai itu ada sekitar 5 meter dengan lebar 10 meter. Nah, korban sendiri belum mahir berenang sehingga tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya ketika berada didalam air,”terangnya. Berdasarkan penuturan warga setempat, kata Bambang, sungai itu menjadi tempat berlibur banyak orang. Namun, terkenal angker karena banyak memakan korban jiwa. “Hasil visum luar yang kami lakukan. Korban murni karena kecelakaan (tercebur) di sungai, karena tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Kami sudah menyerahkan jenazah korban kepada keluarganya untuk di kebumikan,”ungkapnya. ( Nita, Esha )