Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-02-2005
  • 1573 Kali

SISWA SMA NEGERI II SUMENEP GELAR AKSI MOGOK

Sumenep-Infokom News Room : Siswa SMA Negeri 2 Sumenep kemarin, (14/02) melakukan aksi demo tidak mengikuti pelajaran seperti biasanya. Aksi tersebut merupakan protes siswa terhadap salah seorang oknum guru SMAN 2 yang memegang bidang study Biologi Kelas I. Guru tersebut berinisial Fjs yang dinilai telah melakukan tindakan asusila karena sering membawa minum-minuman keras kedalam kelas dan melakukan pelecehan seksual kepada beberapa siswi. Hingga akhirnya para siswi mengadukan perihal perilaku guru tersebut kepada temannya dan guru yang lain serta menuntut kepada pihak sekolah agar guru tersebut dipecat sebagai guru di SMAN 2 Sumenep itu. Koordinator lapangan yang juga sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Kelas (MPK) SMAN 2 Sumenep, Agus Riyadi kepada sejumlah Wartawan mengakui jika para siswa tidak akan mau menerima mata pelajaran dari siapapun, kalau guru yang telah berprilaku asusila itu masih mengajar di sekolahnya. Bahkan para siswa juga mengancam akan melaporkan sendiri kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, jika pihak sekolah tidak bisa menyelesaikan masalah itu. Agus juga mengaku pihaknya siap memberikan bukti atas tindakan gurunya itu, salah satunya sering minum-minuman keras di kelas dan membawa siswi keluar untuk diajak berhubungan intim. Bahkan pihaknya mengaku punya bukti siswa yang mengaku sebagai korbannya. Pada saat itu juga pihak sekolah langsung bermusyawarah dan selanjutnya mengajak beberapa perwakilan siswa ke Dinas Pendidikan Sumenep. Wakasek Humas SMAN II Sumenep, Zaini Azis enggan berkomentar banyak karena Kaseknya sudah pensiun sejak 01 Pebruari 2005 lalu. Namun pihaknya hanya memfasilitasi siswa untuk melaporkan ke Dinas Pendidikan Sumenep. Sementara Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais, S.Pd, M.Si, usai menerima laporan dan tuntutan siswa SMAN 2 Sumenep itu kepada wartawan menegaskan akan langsung memanggil guru yang bersangkutan melalui surat untuk mengklarifikasi tudingan yang tidak sedap itu. Namun Rais berharap agar para siswa tetap masuk seperti biasa dan mempercayakan penyelesaian kasus tersebut kepada pihaknya. ( Ren, Diek, Im )