News Room, Kamis ( 02/05 ) Persoalan siswa lulusan SMA kurang mampu yang tidak bisa menjutkan ke sejumlah Perguruan Tinggi maupun ke berbagai lembaga pelatihan kerja, hendaknya betul-betul menjadi perhatian Pemerintah, agar jumlah pengangguran dan kemiskinan tidak semakin bertambah. Hal tersebut diungkapkan H. Subaidi yang juga Ketua Komis D DPRD Sumenep kepada News Room. Menurutnya, ribuan generasi muda itu seharusnya memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mendapat ilmu dan ketrampilan, sehingga mampu hidup layak seperti masyarakat yang memiliki kemampuan. “Ini harus menjadi pemilikiran kita bersama baik pihak eksekutif, legislatif maupun seluruh komponen masyarakat yang memiliki kemampuan dan kepedulian terhadap persoalan tersebut,”ujarnya. Kalaupun tidak bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi misalnya, menurut Subaidi mungkin dengan difasilitasi memasukkan keberbagai lembaga pelatihan khusus. Dan, keluargnya nanti juga disediakan lapangan kerja maupun fasilitas agar mereka bisa menciptakan tenaga kerja mandiri. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Ach. Masuni, SE, M.Si mengaku masih akan mencari solusi, bagaimana keinginan untuk menampung siswa lulusan SMA kurang mampu, namun memiliki kemampuan skill, agar dapat mengenyam pendidikan layak seperti mereka yang memiliki kemampuan. “Keinginan itu sebenarnya sudah ada dan sempat dibahas pada 2010 lalu, namun kami masih akan mencari format yang baik terlebih dahulu,”ujarnya. Sebab, tegas H. Masuni untuk melaksanakan suatu program memang harus melalui persiapan yang matang terlebih dahulu sehingga hasilnya tidak sia-sia. Jadi, tegasnya untuk mewujudkan keinginan pemerintah dan masyarakat itu harus dilakukan dengan perencanaan yang matang, sehingga hasilnya sesuai yang diharapkan. ( Ren, Esha )