News Room, Rabu ( 23/05 ) Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, Rabu (23/5) pagi, mendatangi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3, guna melakukan klarifikasi kepada kepala sekolah setempat terkait adanya laporan dua siswa yang dipecat atau dikeluarkan dari sekolah tersebut. Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten (DPK) Sumenep, KH. Drs. M. Kamalil Ersyad, M.Pd menjelaskan, kedatangan pihaknya ke SMPN 3 Sumenep, sebagai langkah menindak lanjuti laporan dari 2 anak berinisial SA dan SI, bahwa telah dikeluarkan atau dipecat oleh pimpinan sekolahnya. “Nah, biar kami tidak hanya menerima informasi sepihak, maka secara bersama sejumlah anggota DPKS sengaja mendatangi pimpinan SMPN 3 Sumenep, untuk mengklarifikasi persoalan tersebut,”katanya. H. Ersyad mengungkapkan, sesuai hasil klarifikasi, pimpinan SMPN 3 Sumenep menyatakan tidak pernah memecat atau mengeluarkan 2 anak tersebut sebagai siswa. “Sesuai penjelasan pimpinan dan guru SMPN 3 Sumenep, dua anak tersebut memang sering melanggar kedisiplinan sekolah, yakni sering tidak masuk sekolah dan walinya pernah dipanggil untuk diklarifikasi. Setelah itu, 2 anak tersebut tercatat tidak pernah masuk sekolah sejak beberapa bulan lalu,”terangnya. Oleh karena itu, kata H. Ersyad, secara kelembagaan, pihaknya sudah meminta pimpinan SMPN 3 Sumenep tetap menerima 2 anak tersebut, jika mereka bersekolah lagi. “Kami siap mengantarkan 2 anak tersebut supaya bersekolah lagi. Pimpinan SMPN 3 Sumenep yang memang menyatakan tidak pernah mengeluarkan mereka dari sekolah, juga siap menerima mereka kapan pun,”ujarnya. Sementara Kepala SMPN 3 Sumenep, Drs. Jhony Iskandar menjelaskan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan atau memecat 2 anak yang berinisial SA dan SI itu sebagai siswa di sekolahnya. “Tidak benar kalau kami mengeluarkan keduanya. Mereka sendiri yang tidak pernah bersekolah sejak beberapa bulan lalu. Sebelumnya, mereka juga punya catatan merah dalam hal kedisiplinan. Namun, kami siap menerima mereka, kalau memang masih ingin bersekolah,”ungkapnya. Jhony menambahkan, selain itu SA dan SI, sebenarnya juga ada tiga siswa yang lama tidak masuk. “Tapi, setelah kami klarifikasi pada masing-masing orang tuanya, ternyata ketiga siswa itu sudah dipindah sekolahkan,”pungkasnya. ( Nita, Esha )