News Room, Senin ( 06/05 ) Ujian Nasional (Unas) bagi siswa Sekolah Dasar (SD) sederajat di Kabupaten Sumenep, yang berlangsung mulai Senin (06/05) hingga Rabu (08/05), diikuti 17.744 peserta yang tersebar di 1.162 sekolah penyelenggara. Namun, siswa di 90 dari 1.162 lembaga penyelenggara itu terpaksa harus digabung dengan sekolah lain. Karena, jumlah siswa peserta Unas dibawah 5 orang. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Achmad Shadik, M.Si menjelaskan, sesuai aturan, jika peserta Unas tingkat SD disatu lembaga hanya 5 siswa, harus bergabung dengan sekolah lainnya. “Nah hasil pendataan kami, lembaga pendidikan yang harus bergabung dengan lembaga pendidikan lain dalam pelaksanaan Ujian Nasional sebanyak 90 sekolah. Terdiri dari 36 Sekolah Dasar, dan 54 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Jumlah siswa kelas enam di 90 lembaga pendidikan itu memang dibawah 5 orang. Jadi, untuk bisa ikut Unas harus bergabung dengan sekolah lain yang jaraknya berdekatan,”kata H. Shadik, Senin (06/05). Selain itu, lanjut H. Shadik, pada hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional ini, diketahui ada 2 siswa yang terpaksa mengerjakan Unas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, karena terserang demam berdarah. Kedua siswa tersebut, yakni Rulai Amanda, siswa SDN Kebunagung, dirawat di zal internal, dan Septi Dwiantrana, siswa Madrasah Ibtidaiyah Al-Manar, Kecamatan Lenteng, dirawat di Graha Rawat Inap Utama (GRIU) RSUD Sumenep. “Untuk sementara, pelaksanaan Ujian Nasional SD sederajat pada hari pertama ini berjalan kondusif, aman dan lancar,”terangnya. Berdasarkan data di Dinas Pendidikan, peserta Ujian Nasional SD sederajat sebanyak 17.744 siswa yang tersebar di 1.162 lembaga penyelenggara. Terdiri dari 11.117 siswa SD, 6. 625 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan siswa SDLB 2 orang. ( Nita, Esha )