News Room, Senin ( 16/02 ) Belum adanya Sistem Pengelolahan Sampah, khususnya di lembaga pemerinahan dan pelayanan publik, menjadi raport merah dalam penilaian Adipura tahap pertama. Agar kemelemahan tersebut tidak terulang pada penilaian tahap 2, Tim Adipura Kabupaten Sumenep pada Senin (16/02) pagi melakukan koordinasi dengan seluruh, Pimpinan Satuan Unit Kerja (Satker) lembaga pelayanan publik di Kabupaten Sumenep, yang di pusatkan di Ruang Arya Wiraraja, lantai 2 Sekdakab Sumenep, dengan menghadirkan pakar komposer dari Universitas Surabaya dan Pusdakota Universitas Surabaya. Wakil Bupati Sumenep, Drs. H. Moch Dahlan, MM mengungkapkan, bahwa salah satu raport merah pada penilaian Adipura tahap pertama, masih belum adanya pengelolaan sampah yang baik, terutama di sarana pemerintahan dan fasilitas publik. “Penyadaran terhadap kebersihan lingkungan kepada masyarakat harus dimulai dari Pemerintah, melalui sistem pengelohan sampah di lembaga pemerintahan dan fasilitas publik, akan mengispirasi masyarakat untuk lebih sadar terhadap pentingnya kebersihan lingkungan,â€Âtegasnya. Karena menurut Wakil Bupati, untuk mempertahankan Adipura, tidak cukup melalui usaha dari pemerintah semata, namun perlu peran serta aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungannya sendiri. Selanjutnya, Pakar Komposer dari Unesa, Dr. Asri Wijiastuti mengatakan, dalam pengelolaan sampah di lingkungan pemeritahan dan fasilitas publik, tidak cukup dengan sistem penampungan semata, dan sampah yang dihasilkan seharusnya diproses dalam alat komposer mandiri, sehingga tidak harus dikirim ketempat penampungan yang lebih besar. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi beban TPA dalam menampung sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, Dosen FIP Unesa tersebut juga sangat mendukung kebijakan Kabupaten Sumenep dengan menjadikan Lembaga Pemerintahan dan Fasilitas Publik sebagai percontohan dalam mengelola sampah menggunakan komposer. Diharapkan dengan percontohan tersebut dapat menjadikan inspirasi kepada masyarakat, sehingga mainset masyakat tentang sampah yang mulanya merupakan beban, akan menjadi potensi yang memiliki nilai ekonomi. ( Gun, Esha )