Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-10-2006
  • 764 Kali

SIKAPI SETIAP PERBEDAAN DENGAN KAIDAH AKHLAK DAN HUKUM

Sumenep-Kominfo News Room : Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ny. Ani Yudhoyono hadir dalam peringatan Nuzulul Qur’an tahun 1427 Hijriah tingkat nasional di Masjid Asy-Syuhada, Pamekasan, Senin (09/10) malam. Biasanya, peringatan Nuzulul Qur’an tingkat nasional dilakukan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Dalam amanatnya, seperti apa yang tertuang dalam Al-Qur’an, Presiden mengajak masyarakat menggunakan kaidah akhlak dan menaati kaidah hukum dalam menyikapi sejumlah hal yang diwarnai dengan perbedaan pendapat. "Selesaikan perbedaan pendapat yang ada secara wajar. Jangan remeh-meremehkan atau jelek-menjelekkan dengan kata-kata yang menusuk perasaan. Landasi tindakan dengan niat baik, tutur kata yang sopan, dan berbaik sangka lah," ujar Presiden. "Jangan ada yang mengira di era reformasi dan demokrasi, orang dapat berbicara apa saja, berbuat apa saja tanpa memikirkan orang lain. Gunakan kaidah akhlak seperti juga diajarkan Al-Qur’an," ujarnya. Dalam hidup bernegara, Presiden minta masyarakat mengedepankan kaidah hukum yang sudah ditetapkan. Ada kecenderungan yang dilihat Presiden, masyarakat lebih mengedepankan hak dan melupakan kewajiban. "Aparat hukum kita sering kali mudah dilawan dengan pengerahan massa dan kerap melakukan perusakan. Saya mengajak warga bangsa menaati hukum dan menghormati prosedur yang berlaku. Jauhi pemaksaan dan kekerasan. Menaati hukum adalah kewajiban semua pihak," ujarnya. Untuk dapat menggunakan kaidah akhlak dan menaati kaidah hukum dalam kehidupan berbangsa, umat Islam dapat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an yang telah mewarnai jalannya kehidupan berbangsa. Al-Qur’an mengajarkan masyarakat berpikir rasional dalam menyelesaikan masalah menuju masyarakat yang lebih baik. Sebelum Presiden, tampil Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Prof. Dr. Muhammad Nuh menguraikan hikmah Nuzulul Qur’an dan Menteri Agama Maftuh Basyuni. Selain didampingi para menteri dan staf khususnya yang turut dalam rombongannya, peringatan Nuzulul Qur’an di Pamekasan dihadiri Duta Besar Pakistan untuk Indonesia. Peringatan Nuzulul Qur’an di Pamekasan sekaligus menutup rangkaian kunjungan kerja tiga hari Presiden dan rombongan ke Jawa Timur. Sebelum ke Pamekasan, Presiden meninjau semburan lumpur panas PT. Lapindo Brantas di Sidoarjo, berdialog dengan petani di Jember, dan meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton di Probolinggo. Presiden dan anggota rombongan menuju Pamekasan menempuh jalur laut menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia Fatahillah didampingi Kepala Staf TNI Angatan Laut Laksamana Slamet Soebijanto. Perjalanan laut ditempuh sekitar tiga jam sampai Dermaga Camplong, Sampang. Dari Sampang, Presiden melanjutkan perjalanan darat sekitar 30 menit ke Pamekasan dengan mobil kepresidenan. Seperti dalam setiap kunjungannya ke daerah, di sepanjang jalan raya yang dilalui, Presiden dan Ny. Ani yang selalu membuka kaca sedannya disambut warga Pamekasan yang umumnya anak sekolah di tepi jalan. Bulan puasa tidak menyurutkan keinginan warga yang umumnya berbusana muslim berbaris rapi di tepi jalan raya. Ribuan warga Pamekasan yang semula menyambut Presiden dan rombongan di tepi jalan raya lantas berbondong-bondong ke Pendopo Ronggo Sukowati untuk berbuka puasa bersama dan kemudian ke Masjid Asy-Syuhada. Ini merupakan kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pertama ke Madura sejak dilantik dua tahun lalu. Karena masjid dua lantai yang berkapasitas sekitar 3.000 orang tidak mampu menampung, ratusan orang berkumpul di sekitar masjid yang berdampingan dengan alun-alun mengikuti acara dari layar lebar yang dibentangkan di sekitar alun-alun. ( Esha )