News Room, Jum’at ( 19/02 ) Menyikapi penyebaran buku, VCD, dan selebaran di Sumenep, yang isinya melecehkan ajaran Agama Islam. MUI se Kabupaten Sumenep merapatkan barisan untuk mencari dan mengungkap pelakunya. Ketua MUI Cabang Sumenep, Drs. KH. A. Syafraji, M.Hi mengatakan, isi yang terkandung dalam selebaran, buku dan VCD, yang disebarkan oleh orang tak bertanggung jawab itu, memang menyesatkan ajaran Agama Islam, yakni mencampur adukkan ajaran Islam dengan Injil. “Kami telah melakukan komunikasi intensif dengan MUI diseluruh tingkat Kecamatan se Sumenep dan tokoh masyarakat, demi menemukan dari mana sumbernya. Ini jelas akan meresahkan warga masyarakat Sumenep, karena isinya benar-benar menyesatkan ajaran Agama Islam, dengan mencampuradukkan ajaran Islam dan Injil,â€Âkata KH. Syafraji, pada wartawan dikediamannya di Sumenep, Jum’at (19/02). Bahkan, pihaknya telah koordinasi dengan petugas Polres Sumenep, agar ketenangan masyarakat Sumenep tetap terjaga, berkenaan dengan beredarnya buku, selebaran dan VCD, yang isinya melecehkan ajaran Agama Islam tersebut. “Kami tidak ingin, dengan adanya penyebaran buku, VCD dan selebaran, yang belum diketahui dari mana sumbernya serta tidak diketahui motifnya itu, akan mengganggu ketenangan masyarakat di Sumenep,†terangnya mengungkapkan. Untuk itu, kata Kiai Syafraji, pihaknya meminta masyarakat Sumenep, supaya bersikap bijaksana terhadap selebaran, buku dan VCD, yang isinya melecehkan ajaran Agama Islam. “Diharapkan masyarakat Sumenep, tidak terprovokasi atas selebaran, buku dan VCD tersebut. Sehingga, ketenangan umat muslim maupun non muslim di Sumenep tetap terjaga,â€Âungkapnya menuturkan. Sebelumnya, selebaran, buku dan VCD, yang isinya melecehkan ajaran Agama Islam tersebut, beredar di Desa Soddara, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, dan Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk. Buku yang beredar itu berjudul ‘Siapa Membelenggu Tuhan’, ‘Ya Tuhanku Tertipu Aku’ dan ‘Jalan (Tauhid) Lurus ke Surga’ serta selebaran berjudul ‘Selamatkan Diri Dari Dajjal dan Qiamat!’. Sebagian isi buku tersebut dikatakan jika Ka’bah adalah sebuah berhala peningggalan kaum kafir Quraisy dan tidak perlu dijadikan Kiblat oleh orang muslim. Kemudian, Hajar Aswad adalah simbol alat kelamin perempuan. Sedangkan, VCD berdurasi 1 jam 11 menit 3 detik, sebagian isinya menyebutkan jika Nabi Muhammad mempunyai 22 orang istri. Dan Nabi Muhammad sendiri dibunuh oleh istri yang ke 17, serta tawaf yang merupakan salah satu rangkaian ibadah haji disebut sebagai mainan anak-anak kecil. ( Nita, Esha )