Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-06-2010
  • 584 Kali

Siasati Cuaca Dengan Pola Tanaman Alternatif Yang Produktif

News Room, Kamis ( 24/06 ) Menghadapi cuaca yang kurang stabil akhir-akhir ini para petani diharapkan juga harus dapat mensiasati dengan melakukan pola tanam dan memilih tanaman alternatif dan produktif yang dapat memberikan penghasilan lebih baik dari tanaman pilihan lainnya. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep melalui Kepala Bidang Produksi Pertanian, Ir. H. Satam, M.Si di kantornya mengungkapkan, beberapa tanaman alternatif yang bisa ditanam petani sebenarnya cukup banyak, disamping tamanam pertanian yang biasa menjadi rutinitas tanaman pertanian di Kabupaten Sumenep, diantaranya bawang merah, lombok besar dan bentuk sayuran lainnya, disamping tetap menjaga ketersediaan tanaman pilihan, seperti padi, jagung, sayur, kacang hijau, ubi kayu dan sebagainya. “Jadi, sepanjang tahun dan musim, mereka bisa melaksanakan penanaman, setelah melakukan penanaman jenis tanaman tertentu yang sudah rutin dilakukan setiap tahun,”ujarnya. Disamping bisa menjadi proses pembelajaran kepada para petani, untuk melaksanakan berbagai jenis tanaman alternatif, juga bisa menambah penghasilan petani daripada tanah dibiarkan tidur. Sebab, terkadang beberapa jenis tanaman tanaman bergerak, seperti cabe, bawang merah, tomat, semangka dan sebagainya, apabila kebetulan produksinya bagus dan harganya bagus akan memberikan penghasilan yang sangat tinggi bagi petani. Ditambahkan, pihaknya setiap tahun juga melaksanakan program divertifikasi tanaman pertanian yang bertujuan, petani dapat memilih tanaman alternatif yang memiliki prospek cerah dan memiliki produktivitas bagus, sehingga ketergantungan petani yang selama ini masih banyak menanam tembakau diareal sawah dapat terkurangi, dan kerugian petani tembakau yang sering terjadi setiap tahun akan terkurangi. “Meskipun kita akui, persolan penghasilan dibidang pertanian terkadang memang tergantung pada kondisi pasar. Walau produksinya bagus, tapi harganya rendah akan mengurangi penghasilan petani,”pungkasnya. ( Ren, Esha )