News Room, Senin ( 20/04 ) Tahun depan, masyarakat Sumenep kembali akan memilih pemimpinnya untuk 5 tahun mendatang. Beberapa wajah optimis mulai mengisi bursa pencalonan untuk memegang kendali kereta bernama Kabupaten Sumenep ini. Semuanya seakan tampil sempurna, tanpa cacat. Sebagaimana iklan tivi, tak ada satupun produk yang menyatakan diri sebagai nomor 2, apalagi nomor 3 dan seterusnya.
“Tentu, kalau bicara bagus, saya yakin semua calon bagus. Artinya, kita tetap husnuzh zhan, semuanya pasti punya visi dan misi yang bagus untuk membawa Sumenep ini menuju ke arah yang lebih baik. Tapi saya juga yakin, tentu ada yang terbaik di antara yang baik,”kata salah seorang tokoh agama di Sumenep, KH. Taufiqurrahman FM, pada News Room, Senin (20/04).
Kyai Taufiq menilai saat ini kedewasaan warga dalam menyikapi politik sudah cukup baik. Meski tidak bisa dipungkiri, masih ada sebagian warga yang melihat politik sebagai dagelan semata, alias sebagai sesuatu yang tidak perlu dihiraukan. Apatisme inilah yang selanjutnya melahirkan golongan putih alias golput, yakni golongan yang tidak mau berpartisipasi dalam setiap agenda demokrasi.
“Saya harap masyarakat bisa lebih peduli, jangan apatis. Terlebih lagi jangan sampai ribut hanya karena persoalan beda bendera partai, beda calon, dan sebagainya. Tapi saya yakin warga Sumenep sudah banyak yang cerdas,”kata Wakil Rais Syuriah PCNU Sumenep ini.
Sedangkan untuk calon pemimpin, Kyai yang terkenal sebagai penceramah kondang di Sumenep ini berharap, agar siapapun pemimpinnya jika terpilih nanti bisa menjaga dan memperjuangkan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).
“Kalau ini harapan utama. Sekitar delapan puluh persen warga Sumenep itu warga NU. Dan mewakili masyarakat NU, saya berharap pemimpin Sumenep saat ini dan selanjutnya bisa terus turut menjaga kemurnian aswaja, sekaligus memperjuangkannya,”pungkasnya. ( Farhan, Esha )